Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
05/11/2026
CITILIVE

ISPA Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Kota Malang, Dinkes Imbau Anak Pakai Masker

rifamahmudah
  • September 17, 2026
  • 3 min read
ISPA Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Kota Malang, Dinkes Imbau Anak Pakai Masker

CITILIVE,MALANG — Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di Kota Malang. Di tengah cuaca panas dan cenderung kering serta adanya potensi paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun debu vulkanik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan faktor lingkungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Tidak hanya kebersihan dan sanitasi pribadi maupun keluarga, tetapi juga kondisi lingkungan, termasuk kualitas udara.Hal itu disampaikan Husnul saat diwawancarai awak media, kamis (17/9/2026). “Karena berbasis lingkungan tentu bukan hanya higiene sanitasi pribadi dan keluarga, tetapi kita juga didukung oleh kondisi lingkungan. Untuk saat ini, inspeksi saluran pembuangan air lebih ditingkatkan karena berbagai faktor,” ujar Husnul.

Menurutnya, kondisi udara menjadi perhatian karena masyarakat berpotensi terpapar asap karhutla maupun debu atau abu vulkanik dari aktivitas gunung api di wilayah Jawa Timur. Paparan partikel di udara tersebut perlu diwaspadai karena dapat terhirup, terutama oleh masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena aktivitas mereka berlangsung di sekolah maupun perjalanan berangkat dan pulang sekolah. Meski demikian, Husnul menegaskan Dinkes masih melakukan pemantauan untuk memastikan dampak kondisi lingkungan tersebut terhadap Kota Malang. Dinkes belum mengambil kesimpulan mengenai adanya abu vulkanik di wilayah Kota Malang.

“Sekarang masih dalam kondisi pemantauan. Nanti kalau memberikan kesimpulan bahwa abu vulkanik ada di Kota Malang, maka akan kami sampaikan kepada semua OPD untuk mengantisipasi,” katanya. Dinkes akan mendorong langkah antisipasi apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara memburuk atau terdapat paparan abu vulkanik. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yakni mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan. Khusus anak-anak, Husnul mengimbau agar tidak terlalu lama berada di luar ruangan, termasuk saat berada di lingkungan sekolah. “Kami berharap anak-anak tidak terlalu lama berada di luar, di luar ruangan, di luar kelas. Pada saat pulang ataupun berangkat juga diarahkan memakai masker,” jelasnya.

Baca Juga:  Ali Muthohirin Titip Penguatan Guru dan Revitalisasi Sekolah kepada Mendikdasmen

Imbauan tersebut menjadi penting di tengah kondisi cuaca yang panas dan cenderung kering. Berdasarkan pantauan wartawan di sejumlah sekolah, terdapat siswa yang tidak masuk karena mengalami keluhan seperti batuk, pilek dan pusing. Namun, keluhan tersebut belum dapat dikaitkan langsung dengan paparan asap karhutla, debu vulkanik maupun kondisi udara tertentu. Penyebab gangguan kesehatan tetap memerlukan pemeriksaan medis. Husnul menyebut ISPA memang masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan di Kota Malang. Karena itu, pencegahan dilakukan secara umum dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan faktor lingkungan. “Kalau untuk pencegahan ISPA itu secara umum. Kita juga tidak tahu (penyebabnya), tapi terdeteksi ISPA. ISPA itu di Kota Malang tetap merupakan penyakit pertama,” pungkasnya.