Ali Muthohirin Titip Penguatan Guru dan Revitalisasi Sekolah kepada Mendikdasmen
CITILIVE – Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyampaikan sejumlah aspirasi pendidikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti. Penguatan kapasitas guru dan revitalisasi sarana sekolah menjadi dua hal yang dititipkan Pemkot Malang kepada pemerintah pusat.
Aspirasi tersebut disampaikan Ali dalam kegiatan Silaturahim Mendikdasmen RI bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang di Aula Kantor PDM Kota Malang, Jalan Gajayana No. 28B, Kecamatan Lowokwaru, Sabtu (8/8/2026) malam.
Ali mengatakan persoalan guru, termasuk tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuannya dengan Abdul Mu’ti.
Salah satu hal yang disorot adalah pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung pembiayaan guru sesuai dengan regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Yang sempat ramai terkait dengan guru-guru yang masih PPPK dan lain sebagainya, nanti dana BOS sesuai peraturan Menteri Pendidikan itu bisa digunakan untuk gaji guru,” ujar Ali.
Namun, menurut Ali, dukungan terhadap guru tidak cukup hanya menyangkut pembiayaan. Dana pendidikan juga perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.
“Menjadi penting adalah bagaimana dana BOS juga bisa mendukung gaji guru, tetapi sekaligus untuk peningkatan kapasitas guru dan lain sebagainya,” tegasnya.
Titip Revitalisasi Sekolah
Selain persoalan guru, Ali juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap sekolah-sekolah di Kota Malang yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.
Ia mengatakan pengusulan revitalisasi sekolah dapat dilakukan melalui mekanisme yang tersedia, termasuk melalui kuota program pemerintah maupun komunikasi langsung dengan kementerian.
“Tentu kami juga menitipkan banyak untuk revitalisasi sekolah. Bisa melalui jalur kuota, bisa melalui jalur Pak Menteri yang nanti bisa kami langsung sampaikan,” kata Ali.
Ali berharap kunjungan Mendikdasmen ke Kota Malang dapat menghasilkan dukungan konkret bagi penguatan fasilitas pendidikan.
“Dan itu mungkin kado dari Pak Menteri ketika datang ke sini,” ujarnya.
Sekolah Muhammadiyah Makin Diminati
Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan bermutu di Kota Malang.
Menurutnya, perkembangan sejumlah sekolah Muhammadiyah menunjukkan peningkatan minat masyarakat. Bahkan, berdasarkan laporan PDM Kota Malang, terdapat sekolah yang telah memiliki calon peserta didik melalui sistem inden untuk tahun ajaran mendatang.
“Kontribusi Muhammadiyah sangat luar biasa. Peningkatannya juga sangat luar biasa,” ungkap Ali.
Ia menyebut fenomena tersebut terjadi pada jenjang SD hingga SMP, dengan sejumlah sekolah bahkan telah menerima inden calon peserta didik hingga satu atau dua tahun sebelumnya.
“Laporan dari pimpinan Muhammadiyah, sudah banyak sekolah-sekolah Muhammadiyah yang menerima siswanya sampai inden setahun, dua tahun, baik tingkat SD ataupun SMP, terutama tingkat SD yang sangat diminati di Kota Malang,” jelasnya.
Ali menilai tingginya minat masyarakat terhadap sekolah Muhammadiyah menunjukkan peran strategis organisasi masyarakat dalam membantu pemerintah meningkatkan sekaligus memperluas pemerataan pendidikan berkualitas.
Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, Pemkot Malang, organisasi pendidikan, serta masyarakat agar peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan lebih luas.
“Ini memberi sumbangan yang luar biasa untuk peningkatan kapasitas anak,” pungkas Ali.
