Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
08/08/2026
CITILIVE

FITK UIN Malang Dorong Layanan Lebih Humanis, Antisipasi Beban Ekonomi Mahasiswa

Shinta lubis
  • Agustus 8, 2026
  • 3 min read
FITK UIN Malang Dorong Layanan Lebih Humanis, Antisipasi Beban Ekonomi Mahasiswa

SMARTLIVE – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong penguatan tata kelola dan layanan akademik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. Salah satu perhatian utama adalah dampak kondisi ekonomi keluarga terhadap kemampuan mahasiswa memenuhi kewajiban pembayaran biaya pendidikan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar FITK di Ruang Meeting Gedung Megawati Lantai 1, Kamis (6/8/2026).

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag., mengatakan dinamika ekonomi nasional perlu menjadi perhatian perguruan tinggi karena dapat berdampak langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa.

Menurutnya, meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami sebagian orang tua mahasiswa berpotensi memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Karena itu, pengelolaan layanan pendidikan perlu dilakukan secara lebih responsif dengan tetap mempertahankan kualitas akademik.

Dorong Layanan yang Lebih Humanis

Muhtar menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis kepada mahasiswa dan keluarganya.

Masukan serta testimoni dari wali mahasiswa, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan fakultas.

Salah satu bentuk kebijakan yang dapat dipertimbangkan adalah memberikan fleksibilitas terhadap tenggat pembayaran biaya kuliah bagi mahasiswa yang menghadapi kondisi ekonomi tertentu.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan proses pendidikan tanpa mengabaikan ketentuan dan tata kelola keuangan perguruan tinggi.

Perkuat Kolaborasi Dosen dan Tendik

Selain aspek pembiayaan, Muhtar menyoroti pentingnya memperkuat sinergi antara dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh efektivitas pelayanan administrasi.

Baca Juga:  UIN Malang Kukuhkan 2 Guru Besar

Karena itu, kompetensi tenaga kependidikan perlu terus dikembangkan melalui pelatihan dan berbagi praktik baik dengan fakultas lain di lingkungan universitas.

“Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan menjadi agenda yang berkelanjutan,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.

Penataan sumber daya manusia juga perlu dilakukan secara adaptif. Penempatan pegawai, mutasi, maupun penyesuaian tugas harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kompetensi masing-masing personel agar pelayanan kepada mahasiswa semakin efektif.

Hadapi Persaingan Penerimaan Mahasiswa

Muhtar juga mengingatkan adanya tantangan persaingan antarperguruan tinggi dan antarprogram studi dalam menarik serta mempertahankan calon mahasiswa, khususnya pada bidang pendidikan keguruan.

Kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun strategi penerimaan mahasiswa.

Karena itu, FITK didorong memperluas jangkauan calon mahasiswa melalui strategi promosi yang lebih inovatif serta memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Hal tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dinilai memiliki peluang untuk menjangkau segmen mahasiswa yang lebih luas.

RPL Bisa Diperkuat untuk Pascasarjana

Dalam pengembangan program pascasarjana, Muhtar mendorong FITK merumuskan model pembelajaran S2 dan S3 yang lebih fleksibel namun tetap menjaga standar akademik.

Salah satu opsi yang dapat dikembangkan adalah optimalisasi skema RPL bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dengan pengalaman dan kompetensi tertentu untuk menempuh pendidikan secara lebih efisien.

Di sisi internal, Muhtar juga menekankan pentingnya membangun kesamaan visi di antara dosen dalam menjalankan misi fakultas.

Perbedaan pandangan dalam lingkungan akademik dinilai sebagai hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut perlu dikelola secara konstruktif agar menjadi kekuatan dalam pengembangan institusi.

Aspek psikologis dalam membangun komunikasi dan kerja sama juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Baca Juga:  Perlindungan Konsumen Jadi Sorotan di Seminar Nasional Ma Chung, OJK: Inovasi Harus Diiringi Tata Kelola

Melalui berbagai arahan tersebut, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diarahkan untuk memperkuat tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima.

Fokus tersebut tidak hanya menyangkut peningkatan kualitas internal, tetapi juga bagaimana fakultas mampu merespons perubahan kondisi ekonomi masyarakat, memperluas akses pendidikan, dan memastikan mahasiswa tetap mendapatkan layanan akademik yang berkualitas.