Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
13/07/2026
CITILIVE

Dukung Gernas RANA, SMAN 2 Kota Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak dan Antibullying

Shinta lubis
  • Juli 13, 2026
  • 3 min read
Dukung Gernas RANA, SMAN 2 Kota Malang Perkuat Sekolah Ramah Anak dan Antibullying

SMARTLIVE – SMAN 2 Kota Malang memperkuat komitmennya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan dengan mengikuti peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA): Wujudkan MPLS Ramah 2026 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Senin (13/7/2026).

Peluncuran Gernas RANA dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Bupati Malang Sanusi.

Dalam kegiatan tersebut, SMAN 2 Kota Malang mengirimkan delegasi yang terdiri atas kepala sekolah, seorang guru, perwakilan komite sekolah, dan tujuh siswa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sekolah ramah anak.

Berangkat Lebih Pagi Demi Anak, Potret Haru Gerakan Ayah Antar Sekolah di Malang

Kepala SMAN 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati, mengatakan peluncuran Gernas RANA sejalan dengan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik secara akademik maupun karakter.

“Sebagai kepala sekolah, kami sangat mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah bukan hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa dihargai, didengar, dilindungi, dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal,” ujar Eny.

Menurutnya, SMAN 2 Kota Malang selama ini telah menerapkan berbagai program penguatan pendidikan karakter, pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah, serta menyediakan layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses siswa.

Selain itu, sekolah juga membangun komunikasi terbuka antara guru, peserta didik, orang tua, dan komite sekolah agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

Baca Juga:  Kota Malang Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Sutiaji Tekankan Kesehatan

Eny menegaskan pihaknya juga mendorong seluruh warga sekolah untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya.

“Kami ingin SMAN 2 Kota Malang benar-benar menjadi rumah kedua bagi siswa. Tempat mereka merasa aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, dan percaya diri mengembangkan potensi serta meraih cita-cita,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah dirancang untuk menumbuhkan budaya saling menghormati, menghargai keberagaman, serta memperkuat kepedulian antarwarga sekolah.

191 Siswa MIN 2 Malang Jalani Ujian Madrasah Berbasis Komputer, Pelaksanaan Lancar

Sementara itu, Menko PMK Pratikno menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menciptakan ruang yang aman bagi peserta didik.

“Tidak ada gunanya kita mendidik anak-anak menjadi pintar kalau mereka tidak sehat secara fisik maupun mental. Nilai akademik yang tinggi tidak akan berarti apabila anak menjadi korban kekerasan karena dampaknya sangat besar terhadap masa depan mereka,” tegas Pratikno.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan periode 2025–2026, hampir 10 persen anak Indonesia menunjukkan indikasi gangguan kesehatan jiwa. Dari sekitar tujuh juta anak yang telah menjalani skrining, sebanyak 338 ribu anak mengalami gejala gangguan kecemasan dan sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi.

Melalui Gernas RANA, pemerintah mendorong terwujudnya ruang aman bagi anak di empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun perundungan, sekaligus mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.

Dengan mengikuti gerakan nasional tersebut, SMAN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik peserta didik sebagai fondasi lahirnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan sehat secara fisik maupun mental.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *