Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
04/08/2026
CITILIVE

Dinkes Kota Malang Temukan 17 Kasus Positif TBC dari Skrining 2936 Warga, Pasien Langsung Jalani Pengobatan

rifamahmudah
  • Juni 10, 2026
  • 2 min read
Dinkes Kota Malang Temukan 17 Kasus Positif TBC dari Skrining 2936 Warga, Pasien Langsung Jalani Pengobatan

MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan 17 kasus positif tuberkulosis (TBC) dari hasil skrining terhadap ribuan warga di Kota Malang hingga Mei 2026.

Temuan tersebut diperoleh setelah Dinkes melakukan pemeriksaan terhadap 2.936 warga melalui skrining X-ray dalam program penemuan kasus TBC aktif yang digelar di sejumlah kelurahan.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, M.Kes, mengatakan hingga 21 Mei 2026 sebanyak 3.158 warga hadir mengikuti pemeriksaan, sedangkan 2.936 orang menjalani skrining X-ray.

“Dari 2.936 warga yang menjalani pemeriksaan X-ray, sebanyak 1.662 orang dinyatakan suspek TBC,” ujar Husnul, Selasa (9/6/2026).

Menurut Husnul, warga yang masuk kategori suspek selanjutnya menjalani pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk memastikan diagnosis TBC.

Namun, tidak seluruh suspek dapat menjalani pemeriksaan lanjutan karena sebagian kesulitan mengeluarkan sampel dahak.

“Sebanyak 1.433 orang bisa dilakukan pemeriksaan TCM. Hasil sementara menunjukkan 17 orang positif TBC dan 667 orang negatif,” katanya.

Selain itu, masih terdapat 311 sampel yang hingga kini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium dan menunggu hasil konfirmasi.

Husnul menegaskan seluruh pasien yang dinyatakan positif langsung mendapatkan penanganan dan pengobatan melalui puskesmas sesuai wilayah tempat tinggal masing-masing.

“Karena sudah ditemukan, maka harus diobati sampai sembuh,” tegasnya.

Ia menjelaskan pengobatan TBC minimal berlangsung selama enam bulan. Pada tahap awal atau intensif, pasien wajib mengonsumsi obat setiap hari selama dua bulan. Selanjutnya dilanjutkan tahap lanjutan selama empat bulan dengan konsumsi obat tiga kali dalam seminggu.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional TOSS TB atau Temukan, Obati Sampai Sembuh guna menekan penyebaran penyakit TBC di masyarakat.

Baca Juga:  Persetujuan RPJPD 2025-2045 Kota Malang Berlangsung Selama 4 Jam

Husnul memastikan temuan kasus positif tahun ini tidak menunjukkan adanya lonjakan kasus TBC di Kota Malang meskipun jumlah warga yang menjalani skrining meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah suspek lebih disebabkan metode penjaringan kasus yang kini dilakukan secara aktif oleh Dinkes.

“Kalau melihat jumlah suspek yang diperiksa sebanyak 1.433 orang dan yang positif hanya 17 orang, maka tidak ada peningkatan kasus TBC,” ujarnya.

Hingga saat ini, program skrining TBC telah menjangkau 23 dari total 57 kelurahan di Kota Malang.

Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan, memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC, maupun memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah penularan lebih luas.