Aremania Siap Jaga Kondusivitas, Tapi Laga Arema vs Persebaya Masih Tertahan
CITILIVE,MALANG – Polemik rencana laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan kian memanas. Di tengah belum keluarnya rekomendasi kepolisian, Aremania justru turun aksi menuntut dilibatkan dalam proses mitigasi keamanan.
Situasi ini dipicu hasil rapat koordinasi (rakor) di Polres Malang, Rabu (15/4/2026), yang dihadiri Forkopimda dan sejumlah pihak terkait. Dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa laga yang dijadwalkan 28 April 2026 itu belum siap digelar di Stadion Kanjuruhan dengan berbagai pertimbangan keamanan dan teknis.
Hingga kini, kepolisian juga belum mengeluarkan rekomendasi resmi terkait pelaksanaan pertandingan tersebut.
Aremania Bergerak Turun Aksi

Hasil rakor tersebut memicu pro dan kontra di kalangan suporter. Aremania Bergerak kemudian menggelar aksi di Polres Malang, Kamis (16/4/2026), sebagai bentuk respons atas keputusan tersebut.
Dalam aksi itu, mereka menuntut agar dilibatkan dalam proses mitigasi keamanan, bukan hanya menjadi objek penilaian.
“Kalau Polres ingin melakukan mitigasi, tolong kami juga dilibatkan supaya kami tahu. Jangan sampai sudah keluar pernyataan, tapi yang dimintai pertimbangan justru tidak memahami dunia suporter,” tegas salah satu perwakilan Aremania.
Ia juga menyinggung penilaian sepihak yang dianggap tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Jangan tiba-tiba men-judge kami tidak siap, padahal yang menilai tidak terjun langsung dan tidak paham sepak bola,” lanjutnya.
Rekomendasi: Kanjuruhan Belum Layak Sepanjang 2026
Sementara itu, dari hasil pembahasan lanjutan, rekomendasi tidak hanya berlaku untuk jadwal 28 April, tetapi berpotensi diperluas hingga sepanjang tahun 2026.
“Tadi didiskusikan, sepertinya direkomendasikan untuk tahun ini jangan dulu dilaksanakan di Kanjuruhan. Namun perbaikan tetap harus berjalan,” ujar Taat.
Hal ini menegaskan bahwa aspek keselamatan masih menjadi prioritas utama sebelum stadion kembali digunakan untuk laga berisiko tinggi.
Komitmen Aremania vs Keputusan Aparat
Di tengah polemik, Aremania tetap menyatakan komitmennya untuk menjaga kondusivitas jika laga digelar. Sikap ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sepak bola Malang pascatragedi Kanjuruhan.
Namun, tanpa rekomendasi dari kepolisian, laga klasik penuh rivalitas tersebut masih belum memiliki kepastian.
Opsi Laga di Luar Malang Menguat
Dengan kondisi saat ini, opsi pemindahan venue atau penundaan pertandingan menjadi skenario yang paling realistis. Evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan, infrastruktur, dan manajemen pertandingan masih menjadi syarat utama.
Polemik ini menegaskan satu hal: di tengah semangat suporter untuk bangkit, keputusan akhir tetap berada pada standar keselamatan yang belum sepenuhnya terpenuhi. (Shin)
