646 Mahasiswa UIN Malang Ikuti Ta’aruf Qur’ani, Mayoritas Hafal 30 Juz
SMARTLIVE— Sebanyak 646 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dari sembilan fakultas mengikuti Ta’aruf Qur’ani ke-24 pada 10–11 Oktober 2026. Mayoritas peserta merupakan mahasiswa yang telah menghafal 30 juz Al-Qur’an.
Kegiatan yang diselenggarakan Hai’ah Tahfidzul Qur’an (HTQ) UIN Maliki Malang itu berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat. Ta’aruf Qur’ani menjadi salah satu upaya kampus menjaga kualitas hafalan mahasiswa sekaligus memperkuat pembinaan Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, M.A., membuka kegiatan tersebut mewakili Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si.
Abdul Hamid menyampaikan bahwa dukungan terhadap mahasiswa penghafal Al-Qur’an perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui kegiatan tahunan. Pembinaan juga diharapkan mendorong mahasiswa memahami kandungan Al-Qur’an dan menerapkan nilainya dalam kehidupan akademik maupun sosial.

“UIN Maliki Malang memiliki komitmen yang kuat untuk terus melahirkan dan mendukung generasi penghafal Al-Qur’an. Kita ingin para mahasiswa tidak hanya mampu menghafal 30 juz, tetapi juga terus menjaga kualitas hafalannya, memahami kandungannya, dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.
Tradisi Tahfidz Berlangsung Sejak 2003
Ta’aruf Qur’ani merupakan agenda tahunan HTQ UIN Maliki Malang yang telah berlangsung sejak 2003. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hafalan di tengah aktivitas perkuliahan.
Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, tantangan berikutnya adalah mempertahankan hafalan dan memperdalam pemahaman terhadap isi Al-Qur’an. Karena itu, pembinaan tahfidz di lingkungan kampus diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mahasiswa.
Abdul Hamid menilai perguruan tinggi Islam memiliki peran dalam menghubungkan penguatan spiritual dengan pengembangan kapasitas intelektual. Dengan demikian, mahasiswa penghafal Al-Qur’an tetap memiliki ruang untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional.
Peserta Terbaik Berpeluang Mendapat Apresiasi
Dalam kegiatan tahun ini, peserta terbaik Ta’aruf Qur’ani akan diusulkan memperoleh apresiasi sebesar 100 dolar AS dari Muassasah Risalatussalam.
Lembaga tersebut telah menjalin nota kesepahaman dengan UIN Maliki Malang dalam pengembangan kajian Al-Qur’an dan bahasa Arab. Apresiasi itu diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi dan menjaga kualitas hafalan.
Melalui penyelenggaraan Ta’aruf Qur’ani ke-24, UIN Maliki Malang berupaya melanjutkan tradisi pembinaan penghafal Al-Qur’an sekaligus mendorong mahasiswa mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kegiatan akademik dan kehidupan sehari-hari.
