Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
16/04/2026
CITILIVE

25 Pegawai RSSA Berangkat Haji 2026, Tenaga Kesehatan Siap Kawal Jemaah Lansia di Tanah Suci

rifamahmudah
  • April 16, 2026
  • 2 min read
25 Pegawai RSSA Berangkat Haji 2026, Tenaga Kesehatan Siap Kawal Jemaah Lansia di Tanah Suci

CITILIVE,MALANG – Sebanyak 25 pegawai RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji 2026. Pelepasan dilakukan dalam suasana khidmat dengan penekanan pada kesiapan spiritual dan tanggung jawab pelayanan, khususnya bagi tenaga kesehatan yang turut bertugas.

Kegiatan pelepasan dihadiri manajemen rumah sakit serta perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, penguatan spiritual diberikan sebagai bekal bagi para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Malang, Dr. Subhan, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang harus disyukuri dengan kesiapan iman dan keikhlasan.

“Kesempatan berhaji adalah karunia besar yang tidak semua orang dapatkan. Ini harus disertai kesiapan spiritual yang kuat,” ujarnya.

Tenaga Kesehatan Emban Tugas Ganda

Dari total peserta, sejumlah tenaga kesehatan RSSA turut diberangkatkan dengan tugas mendampingi jemaah, termasuk kelompok rentan seperti lansia.

Salah satunya adalah Acik Wijayanti yang tergabung dalam kloter SUB 11. Ia kembali bertugas sebagai tenaga kesehatan haji setelah sebelumnya menjalankan misi serupa pada 2023.

“Persiapan fisik menjadi prioritas utama karena kami tidak hanya beribadah, tetapi juga memastikan kondisi jemaah tetap sehat,” ungkapnya.

Dalam penugasannya, ia akan mendampingi jemaah asal Kota Malang, termasuk jemaah lansia berusia hingga 96 tahun. Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra, baik secara fisik maupun mental.

Fokus Pengawasan Jemaah Berisiko

Tim kesehatan dijadwalkan melakukan pemantauan rutin terhadap jemaah, khususnya yang masuk kategori berisiko tinggi seperti lansia di atas 65 tahun dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Pendampingan intensif ini menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran ibadah sekaligus meminimalkan risiko kesehatan selama di Tanah Suci.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jatim: Alsintan Membantu Petani Optimalkan Lahan

Komitmen Peningkatan Layanan Haji

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kehadiran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai kementerian baru sejak November 2025 menjadi upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji.

Dengan pemberangkatan ini, RSSA tidak hanya mengirimkan pegawai sebagai jemaah, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung layanan kesehatan haji, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *