Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
10/07/2026
CITILIVE

4 Tokoh Inspiratif Asal Kabupaten Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026

rifamahmudah
  • Juli 10, 2026
  • 3 min read
4 Tokoh Inspiratif Asal Kabupaten Malang Masuk 50 Besar Local Hero in Tourism 2026

CITILIVE,MALANG – Empat tokoh asal Kabupaten Malang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam daftar 50 Besar Local Hero in Tourism 2026, sebuah apresiasi nasional bagi individu yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Keempat tokoh tersebut adalah Moch Soleh Adi Pramono (Ki Soleh) dari Padhepokan Seni Mangun Dharma, Heri Mujiono dari Desa Wisata Ampelgading, Lia Putrinda Anggawa Mukti dari Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, serta Andi Afriansyah dari Instanusantara Indonesia. Masing-masing dinilai berhasil menghadirkan perubahan melalui pendekatan berbeda, mulai dari pelestarian budaya, pengembangan desa wisata, konservasi lingkungan, hingga promosi pariwisata berbasis digital.

Ki Soleh, Penjaga Napas Budaya Malangan

Nama Moch Soleh Adi Pramono atau Ki Soleh sudah tidak asing di kalangan pegiat seni tradisi Malang. Melalui Padhepokan Seni Mangun Dharma, ia konsisten menjaga eksistensi seni budaya Malangan, seperti Wayang Topeng Malangan, tari tradisional, hingga pembinaan generasi muda. Bagi Ki Soleh, budaya bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu menggerakkan sektor pariwisata apabila dikelola secara berkelanjutan. Dedikasinya selama puluhan tahun menjadikan seni tradisi tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Malang.

Heri Mujiono, Mengubah Ampelgading Menjadi Desa Wisata

Tokoh berikutnya adalah Heri Mujiono, penggerak utama Desa Wisata Ampelgading. Ia berhasil mengajak masyarakat mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata berbasis komunitas. Melalui kolaborasi dengan warga, Ampelgading kini dikenal memiliki paket wisata alam, budaya, hingga produk UMKM yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pendekatan yang dilakukan Heri menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata, bukan sekadar penonton.

Baca Juga:  THR ASN Diproyeksi Cair Awal Ramadan, Pemkot Malang Siap Salurkan Usai Regulasi Terbit

Lia Putrinda, Perempuan di Balik Kesuksesan CMC Tiga Warna

Nama Lia Putrinda Anggawa Mukti identik dengan keberhasilan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna di pesisir selatan Kabupaten Malang. Bersama tim konservasi, ia mengubah kawasan yang sebelumnya mengalami degradasi lingkungan menjadi salah satu destinasi ekowisata terbaik di Indonesia.

Lia mengembangkan konsep wisata berbasis konservasi dengan membatasi jumlah pengunjung, melakukan rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, hingga melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan kawasan. Model tersebut kini banyak dijadikan contoh pengembangan wisata berkelanjutan di berbagai daerah.

Andi Afriansyah, Memasarkan Wisata Lewat Kekuatan Digital

Tokoh terakhir adalah Andi Afriansyah, pendiri Instanusantara Indonesia, komunitas fotografi yang dikenal aktif mempromosikan destinasi wisata Indonesia melalui karya visual. Melalui jaringan fotografer dan kreator konten dari berbagai daerah, Andi berhasil memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Malang kepada publik yang lebih luas.

Kontribusinya menunjukkan bahwa promosi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di era teknologi.

Bukti Kekuatan Masyarakat Membangun Pariwisata

Keberhasilan empat tokoh tersebut membuktikan bahwa kemajuan pariwisata Kabupaten Malang lahir dari dedikasi masyarakat yang bekerja di lapangan. Ada yang menjaga budaya agar tetap lestari, mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat, menyelamatkan lingkungan melalui ekowisata, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan destinasi kepada dunia.

Penghargaan Local Hero in Tourism 2026 menjadi pengakuan atas kiprah mereka sekaligus mengukuhkan Kabupaten Malang sebagai daerah yang memiliki sumber daya manusia unggul dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *