Nasib Bus Halokes Masih Dikaji, Disdikbud Malang Pastikan Tetap Beroperasi
CITILIVE,MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan armada Bus Halokes masih tetap beroperasi melayani antar-jemput siswa meski Pemerintah Kota Malang bersiap meluncurkan Program Angkutan Gratis bagi Pelajar pada Juli 2026.
Pemanfaatan Bus Halokes setelah program baru tersebut berjalan masih dalam tahap pembahasan. Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan hingga kini belum ada keputusan terkait pengalihan maupun penghentian operasional Bus Halokes karena layanan angkutan gratis yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) belum resmi beroperasi. “Masih jalan. Masih beroperasi sampai detik ini. Karena kita tahu Program Angkutan Gratis bagi Pelajar juga belum beroperasi,” ujar Suwarjana, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), untuk menentukan pemanfaatan armada Bus Halokes ke depan. Sebab, seluruh kendaraan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Kota Malang. “Bus Halokes merupakan aset Pemerintah Kota Malang. Nanti kami koordinasikan dengan BKAD mengenai pemanfaatannya setelah program angkutan gratis berjalan,” katanya.

Berdasarkan data Disdikbud, saat ini terdapat 13 armada Bus Halokes, terdiri dari enam unit bus dan tujuh unit mobil elf. Selama ini armada tersebut digunakan untuk melayani transportasi siswa di sejumlah sekolah yang membutuhkan layanan antar-jemput. Suwarjana juga membantah anggapan bahwa Bus Halokes mulai dipensiunkan setelah tulisan “Bus Halokes” pada beberapa armada dihapus.
Ia menegaskan penghapusan tulisan tersebut hanya dilakukan bersamaan dengan proses pengecatan ulang kendaraan, bukan sebagai tanda penghentian operasional. “Itu hanya renovasi dan pengecatan ulang karena catnya sudah kurang baik. Tidak ada kaitannya dengan rencana bus berhenti beroperasi,” tegasnya.Sementara itu, Program Angkutan Gratis bagi Pelajar yang disiapkan Dishub Kota Malang akan menggunakan skema Buy The Service (BTS) dengan melibatkan sekitar 80 unit angkutan kota (angkot) yang telah dinyatakan laik jalan. Program tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan akses transportasi bagi pelajar di Kota Malang.
