Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
27/06/2026
SMARTLIVE

Lulusan Terbaik UNISMA Curi Perhatian, Riset Hukum Keluarga hingga Nanopartikel Kulit Durian Jadi Sorotan

rifamahmudah
  • Juni 27, 2026
  • 3 min read
Lulusan Terbaik UNISMA Curi Perhatian, Riset Hukum Keluarga hingga Nanopartikel Kulit Durian Jadi Sorotan

SMARTLIVE,MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali melahirkan lulusan berprestasi yang tak hanya mencatatkan capaian akademik tinggi, tetapi juga menghasilkan riset inovatif yang berpotensi memberi manfaat bagi masyarakat. Pada Yudisium Periode Juni 2026, dua lulusan terbaik tampil menonjol melalui penelitian di bidang hukum keluarga Islam dan teknologi ramah lingkungan.

Lulusan terbaik Program Magister diraih Inda Brilliant, M.H., dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah), Fakultas Agama Islam UNISMA. Mahasiswa asal Banyuwangi itu lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat Cumlaude setelah menyelesaikan studi hanya dalam tiga semester.

Sementara itu, dari jenjang sarjana, Shofia Jannatul Ma’rifah, S.Si., lulusan Program Studi Biologi FMIPA UNISMA, meraih IPK 3,99 dengan predikat Cumlaude. Ia mendapat apresiasi atas risetnya yang mengembangkan limbah kulit durian menjadi material antibakteri berbasis nanopartikel.

Dekan Fakultas Agama Islam UNISMA menyebut capaian Inda menjadi bukti kualitas pendidikan pascasarjana sekaligus kemampuan mahasiswa menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan hukum Islam.

“Perolehan IPK 4,00 dalam waktu tiga semester menunjukkan konsistensi akademik sekaligus kedalaman riset yang sangat baik. Ini menjadi contoh bagi mahasiswa pascasarjana lainnya,” ujarnya.

Dalam tesis berjudul “Interaksi Norma dan Praktik dalam Penetapan Wali Adhal: Komparasi Hukum Islam di Indonesia dan Maroko”, Inda mengkaji persoalan wali adhal atau wali nikah yang menolak menikahkan perempuan tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Penelitian tersebut membandingkan sistem hukum keluarga Indonesia yang mewajibkan keberadaan wali sebagai rukun nikah dengan regulasi di Maroko yang memberi ruang bagi perempuan dewasa untuk menikah tanpa wali dalam kondisi tertentu.

Melalui pendekatan hukum Islam, hukum positif, dan teori maqashid syariah, riset itu diharapkan menjadi referensi bagi hakim, penghulu, akademisi, hingga masyarakat dalam penyelesaian perkara perwalian nikah.

Baca Juga:  Pendampingan Implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Malang

Di bidang sains, inovasi ditunjukkan Shofia melalui penelitian berjudul “Inovasi Antibakteri Nanopartikel Besi Berbasis Ekstrak Kulit Buah Durian secara In Vitro.”

Penelitian tersebut memanfaatkan ekstrak kulit durian sebagai bioreduktor alami dalam proses sintesis nanopartikel besi sehingga menghasilkan material antibakteri yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.

“Awalnya kami meneliti kandungan kulit durian melalui Program Kreativitas Mahasiswa. Dari hasil itu saya mengembangkan penelitian dengan memanfaatkan ekstraknya sebagai bioreduktor untuk menghasilkan nanopartikel besi,” kata Shofia.

Menurutnya, penggunaan bahan alami sebagai bioreduktor menjadi kebaruan penelitian karena selama ini proses sintesis nanopartikel umumnya menggunakan bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan.

Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan green synthesis, yakni teknologi yang memanfaatkan bahan alami sehingga mampu meningkatkan nilai tambah limbah organik sekaligus mendukung pengembangan inovasi berkelanjutan.

Keberhasilan dua lulusan tersebut semakin memperkuat komitmen UNISMA dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang menjawab tantangan masyarakat. Melalui penguatan budaya riset, UNISMA terus mendorong lahirnya inovasi di berbagai bidang, mulai dari pengembangan hukum Islam hingga teknologi ramah lingkungan yang berdaya guna.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *