Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
24/06/2026
CITILIVE

Rakor Organisasi Perempuan Sewilker Bakorwil III Malang Jadi Panggung Sosialisasi Gagasan Malang Raya Megapolitan

rifamahmudah
  • Juni 24, 2026
  • 3 min read
Rakor Organisasi Perempuan Sewilker Bakorwil III Malang Jadi Panggung Sosialisasi Gagasan Malang Raya Megapolitan

CITILIVE,MALANG – Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Perwosi, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) se-Wilayah Kerja Bakorwil III Malang dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi gagasan Malang Raya Megapolitan 2026–2045. Gagasan itu disampaikan langsung Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, dalam forum yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24/7/2026).

Rakor yang dihadiri jajaran organisasi perempuan dari wilayah kerja Bakorwil III Malang itu juga dihadiri Bupati Malang Sanusi, Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi, serta Ketua TP PKK Sewilker Bakorwil III Malang Prof. Asihing Asep Kusdinar.

Dalam forum tersebut, Asep menegaskan pembangunan Malang Raya Megapolitan tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti PKK, GOW, DWP, dan Perwosi.

“Gagasan Malang Raya Megapolitan membutuhkan peran aktif seluruh organisasi perempuan di wilayah kerja Bakorwil III Malang. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi dan inovasi yang terbuka untuk semua pihak,” kata Asep.

Menurut dia, konsep Malang Raya Megapolitan disiapkan sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan Malang Raya sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah selatan Jawa Timur secara lebih terintegrasi.

Asep menyebut, gagasan tersebut mulai mendapat respons positif dari berbagai pihak karena dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan percepatan pembangunan lintas wilayah. Ia menilai, pembangunan kawasan selatan Jawa Timur memerlukan orkestrasi yang kuat antar-pemangku kepentingan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ke depan, Malang Raya Megapolitan adalah langkah konkret untuk membangun dan menumbuhkan wilayah selatan Jawa Timur secara progresif, terarah, dan berstrategi demi kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Selain menjadi forum konsolidasi organisasi perempuan, rakor tersebut juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam menopang ekonomi keluarga dan pembangunan daerah. Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Anis Zaidah Sanusi, menegaskan perempuan harus terus didorong agar berdaya secara ekonomi, terutama di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

Baca Juga:  Deklarasi Kota Damai Diharapkan Jadi Titik Balik Kondusivitas Malang

“Dalam situasi saat ini kita harus semakin kompak membangun daerah, terutama dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan perempuan. Ibu-ibu harus berdaya dalam ekonomi keluarga,” ujar Anis.

Hal senada disampaikan Ketua TP PKK Sewilker Bakorwil III Malang, Prof. Asihing Asep Kusdinar. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, peran organisasi perempuan perlu diperkuat melalui dukungan program pemerintah pusat maupun daerah.

“Tantangan saat ini semakin berat dan membutuhkan perempuan yang kreatif serta memiliki daya juang tinggi, baik untuk keluarga, daerah, maupun bangsa,” katanya.

Rakor organisasi perempuan se-Bakorwil III Malang itu juga diwarnai pameran produk UMKM unggulan Kabupaten Malang, termasuk binaan Dekranasda Kabupaten Malang. Kehadiran pelaku UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keluarga dan peran perempuan.

Pemkab Malang menilai, keberhasilan menghadirkan produk-produk unggulan dalam forum tersebut menunjukkan organisasi perempuan, terutama TP PKK, tidak hanya bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi warga.

Melalui forum itu, Bakorwil III Malang berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan semakin kuat, tidak hanya dalam mendukung program pemberdayaan keluarga, tetapi juga dalam mengawal agenda pembangunan kawasan Malang Raya ke depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *