MUSYKERNAS IV FORNASSETA Digelar di UIN Malang, Legislator Mahasiswa PTKIN Bahas Arah Kebijakan Nasional
SMARTLIVE,MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (MUSYKERNAS) IV Forum Nasional Senat Mahasiswa Tarbiyah se-Indonesia (FORNASSETA), Jumat (19/6/2026).
Forum yang diikuti 44 delegasi dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional lembaga legislatif mahasiswa sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
MUSYKERNAS IV FORNASSETA tidak hanya membahas evaluasi program kerja, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa dalam bidang legislasi, advokasi, dan pengawalan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pendidikan tinggi dan kepentingan masyarakat.
Koordinator Pusat FORNASSETA, Syamsul Ma’arip, mengatakan forum ini menjadi ruang penting bagi senator mahasiswa PTKIN untuk memperkuat sinergi serta membangun gerakan mahasiswa yang lebih responsif terhadap dinamika kebijakan publik.
“FORNASSETA diharapkan menjadi wadah kolaborasi mahasiswa PTKIN dalam mengawal berbagai isu strategis sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda,” ujarnya.
Selain agenda musyawarah kerja nasional, kegiatan juga diisi Seminar Nasional Legislatif bertema Dinamika dan Problematika Peran Legislatif Mahasiswa dalam Pengawalan Kebijakan Publik.
Seminar menghadirkan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Indra Permana, serta Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih.
Dalam pemaparannya, Indra Permana menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Hikmah Bafaqih menekankan pentingnya literasi politik bagi kalangan mahasiswa agar mampu memahami sekaligus mengawal kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Menurutnya, berbagai keputusan politik yang lahir melalui proses legislasi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut membahas berbagai tantangan penguatan fungsi legislasi mahasiswa, termasuk strategi mengawal kebijakan publik secara konstruktif dan berbasis kajian.
Ketua SEMA FITK UIN Malang, Sheva Aqila Putra, menyebut penyelenggaraan MUSYKERNAS IV FORNASSETA menjadi momentum memperkuat jejaring antar-lembaga legislatif mahasiswa PTKIN di seluruh Indonesia.
Melalui forum tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan arah kebijakan organisasi yang lebih progresif dalam mendukung peran mahasiswa sebagai mitra kritis pembangunan.
Dengan berakhirnya MUSYKERNAS IV FORNASSETA, berbagai rekomendasi yang dirumuskan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penguatan gerakan legislatif mahasiswa PTKIN dalam mengawal kebijakan pendidikan, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
