NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
30/09/2022
UPDATEKOTA

H-3 Idul Fitri 1442 H, Pengamanan Operasi Ketupat Semeru Kota Malang Terus Diperketat

  • Mei 10, 2021
  • 2 min read
H-3 Idul Fitri 1442 H, Pengamanan Operasi Ketupat Semeru Kota Malang Terus Diperketat

BALAIKOTA, Malangpost.id – Kurang tiga hari lagi berdasarkan kalender perhitungan pemerintah, Idul Fitri 1442 H akan segera menghampiri kita. Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2021 dan mudik lebaran terus diperketat. Lebih lagi, larangan mudik yang disampaikan guna memutus rantai covid-19.

Tim gabungan TNI dan Polri kian gencarnya menjalankan operasi ini. Hal ini dikarenakan Ops Ketupat Semeru merangkap menjadi sarana pelaksanaan PPKM mikro covid-19.

Petugas gabungan beroperasi di PDAM lama, Jalan Ahmad Yani Blimbing, sejak Minggu malam (9/5) pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB Senin pagi (10/5).

Baca juga : Jelang Idul Fitri 1442 H, Kota Batu Adakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2021

Terdapat dua anggota Kodim 0833/05 Lowokwaru, Pelda Fatkur Arip dan Serda A Karim berada di lokasi sepanjang malam. Begitu pula disusul, 5 anggota Polri dengan supervise Ipda Fauri A, 3 orang tenaga medis, 2 orang petugas Dinas Perhubungan, 2 orang BPBD serta empat orang pandu.

“Kami menjalankan penegakan protokol kesehatan. Sekaligus, memonitor situasi di PDAM Lama, yang merupakan titik simpul kepadatan,” ujar Pelda Fatkur, Senin pagi (10/5).

Beliau menjelaskan bahwa, sepanjang malam kondisi jalanan cukup kondusif. Petugas juga memonitor setiap warga pengguna jalan agar selalu menggunakan masker.

Besar harapan dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru sekaligus PPKM mikro ini mampu menekan penyebaran covid-19, khususnya di Kota Malang.

Baca juga : Pasukan Gabungan Gelar Apel Kesiapan, Larangan Mudik 2021 Diperketat

Petugas juga menjalankan pengamanan di Pospam Mitra Alun-Alun Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen Kota Malang.

Petugas berjaga sejak pukul 19.00 WIB sampai 07.00 WIB, yang terdiri dari dua anggota TNI di sana yaitu Serma Usman M dan Serma Heru Satriya.

Kemudian, Ipda Tri Andoko memimpin lima orang anggota Polri. Selanjutnya, dua orang dari Dinas Kesehatan, dua dari Dinas Perhubungan serta dua dari BPBD.