Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
12/10/2026
SMARTLIVE

UM Dorong Kesadaran Kesehatan Mental, Mahasiswa Diajak Berani Bersuara

rifamahmudah
  • Oktober 12, 2026
  • 2 min read
UM Dorong Kesadaran Kesehatan Mental, Mahasiswa Diajak Berani Bersuara

SMARTLIVE,MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) mendorong peningkatan kesadaran kesehatan mental di lingkungan kampus melalui kegiatan Sharing Session & Mental Health Talk bertajuk “Your Story Matters, Your Voice Can Create Change”, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang digelar Pusat Bimbingan Konseling, Karier, dan Kewirausahaan (PBK3) di bawah Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3) UM tersebut berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung Kuliah Bersama A19. Pesertanya meliputi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Ketua PBK3 UM, Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran sivitas akademika untuk menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis orang lain.

“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental diri kita masing-masing, serta orang-orang yang kita kasihi dan senantiasa berada di sekitar kita,” ujarnya.

Ketua LP3 UM, Prof. Dr. Hardika, M.Pd., menekankan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan setara di lingkungan perguruan tinggi. Komunikasi yang baik antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dinilai dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus yang lebih suportif.

Dalam sesi utama, psikolog Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.App.Psych., Ph.D., menjelaskan bahwa kondisi kesehatan mental tidak selalu dapat dikenali secara langsung oleh orang lain. Karena itu, kesadaran untuk mengenali kondisi emosional diri sendiri dan memberikan perhatian kepada orang sekitar menjadi hal penting.

Ia menegaskan, peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan psikologis.

“Peringatan hari kesehatan mental bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap individu perlu memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk mengenali kondisi emosional dan psikologisnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Rektor Nuhfil Resmikan Dua Gedung Baru di Lingkungan Universitas Brawijaya

Menurutnya, keberanian menyampaikan pengalaman dan perasaan dapat membuka kesempatan bagi seseorang untuk memperoleh dukungan. Pengalaman yang dibagikan juga dapat membantu orang lain memahami persoalan psikologis yang tidak selalu terlihat dari luar.

Melalui kegiatan tersebut, UM berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, dengan mendorong kebiasaan saling mendengarkan, menghargai pengalaman orang lain, serta memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *