Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
01/10/2026
SMARTLIVE

Rektor UIN Malang Soroti Tracer Study, Fakultas Diminta Kejar Target

rifamahmudah
  • Oktober 1, 2026
  • 3 min read
Rektor UIN Malang Soroti Tracer Study, Fakultas Diminta Kejar Target

SMARTLIVE,MALANG — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., meminta seluruh fakultas memperkuat kinerja dan mengejar target universitas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan tracer study yang dinilai masih belum mencapai target di seluruh fakultas.

Hal itu disampaikan Ilfi dalam amanat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (1/10/2026).

Menurut Ilfi, tracer study memiliki peran penting karena menjadi salah satu bagian yang mendukung proses akreditasi sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi dan masa depan alumni.

Karena itu, ia meminta tidak ada unit maupun sivitas akademika yang tertinggal dalam menjalankan program prioritas universitas.

“Tidak ada satu pun yang tertinggal, tidak ada satu pun yang menyebarkan hoaks, dan tidak ada satu pun yang tidak berkinerja tinggi. Ketika ada target dan tagihan, semuanya harus segera menyelesaikan,” tegas Ilfi.

Ia menekankan, target universitas harus dikerjakan secara bersama-sama. Menurutnya, capaian UIN Malang selama ini merupakan hasil kerja seluruh unsur kampus, bukan hanya pimpinan.

Ilfi menyinggung posisi UIN Malang yang disebut berada di peringkat kedua PTKIN secara nasional serta masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi nasional berdasarkan pemeringkatan yang dirujuk dalam amanatnya.

“Ketika ada kebijakan Rektor untuk mencapai cita-cita bersama, maka semua kaki harus melangkah bersama. Ini adalah wujud nyata bahwa kita bersatu untuk mencapai program-program prioritas,” ujarnya.

Target Kampus Harus Bermuara ke Mahasiswa dan Alumni

Ilfi mengatakan, berbagai target dan program universitas pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan.

“Kita di sini digaji dan dibayar untuk kepentingan mahasiswa, kepentingan alumni, dan kepentingan stakeholder. Karena itu, ketika kita tidak bersungguh-sungguh dalam berkinerja, rasanya kita merasa berdosa,” tuturnya.

Baca Juga:  Prodi Ilmu Komunikasi UMM Gelar Seminar Perfilman Nasional, Dekan FISIP : Film Miliki Dampak yang Sangat Besar

Ia juga meminta dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika meningkatkan kinerja serta memperkuat kolaborasi. Menurutnya, tidak boleh ada ego sektoral dalam menjalankan program universitas.

“Persatuan harus diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif. Hanya dengan sinergi yang kokoh di antara kita, persoalan-persoalan strategis dapat diselesaikan secara efektif,” katanya.

Pancasila Diterjemahkan dalam Kerja Nyata

Dalam amanatnya, Ilfi mengingatkan bahwa nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati melalui upacara. Nilai tersebut harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas, pelayanan dan kebijakan di lingkungan kampus.

“Jalan keluar yang harus selalu kita utamakan adalah nilai-nilai Pancasila. Gotong royong bukanlah warisan masa lalu yang sudah usang, melainkan senjata paling kuat untuk menghadapi berbagai persoalan,” tegasnya.

Ia menyebut seluruh sivitas akademika sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama memiliki tanggung jawab untuk menerapkan nilai Pancasila melalui kerja nyata.

“Setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan publik yang kita hasilkan harus berorientasi pada kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia, termasuk seluruh warga kampus,” ujarnya.

Ilfi menegaskan capaian yang telah diraih UIN Malang bukan merupakan tujuan akhir. Kampus tersebut masih harus bergerak menuju perguruan tinggi bereputasi internasional dengan pendidikan yang berkualitas.

“Kita semua harus berikrar untuk lebih maju, lebih giat, dan lebih memperkuat persatuan agar kampus kita menjadi kebanggaan Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia juga mengingatkan aspek integritas dalam menjalankan pekerjaan. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, menurutnya, harus tercermin dalam tanggung jawab setiap insan kampus terhadap tugas dan amanah yang diberikan.

“Ketika kita mengkhianati tugas dan amanah yang telah dibebankan kepada kita, berarti kita mengkhianati amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *