Hardiknas 2026: UIN Malang Perkuat Kolaborasi Global, Siapkan Pusat Kajian Al-Qur’an untuk Pendidikan Perdamaian
SMARTLIVE,MALANG – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memperkuat peran pendidikan sebagai instrumen perdamaian global. Kampus ini menjalin kolaborasi internasional dan menyiapkan pembangunan pusat kajian Al-Qur’an sebagai langkah konkret menghadirkan pendidikan berdampak.
Kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan lembaga internasional Muassasah Risalatussalam pada 27–28 April 2026. Delegasi dipimpin Majdi Tontowi dan menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan pusat kajian berbasis nilai keislaman dan kemanusiaan di UIN Malang.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, M. Abdul Hamid, menyebut kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat.
“Pendidikan harus melahirkan kebermanfaatan nyata, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/5/2026).
Menurutnya, hasil utama dari pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan pusat kajian Al-Qur’an yang akan difungsikan sebagai ruang kolaborasi riset dan pengembangan ilmu berbasis nilai spiritual dan solusi atas persoalan global.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan konsep pendidikan berbasis nilai yang selama ini dikembangkan UIN Malang melalui paradigma Ulul Albab, yakni integrasi antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
Delegasi Muassasah Risalatussalam menilai pendekatan tersebut sebagai model pendidikan yang relevan dalam menjawab tantangan global, terutama di tengah meningkatnya konflik dan krisis kemanusiaan.
Selain kerja sama fisik, kedua pihak juga sepakat memperluas kolaborasi akademik, termasuk riset bersama dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada perdamaian dan keberlanjutan.
Tema Hardiknas 2026, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, dinilai selaras dengan langkah tersebut. Pendidikan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab institusi semata, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat global.
UIN Malang menegaskan bahwa penguatan kemitraan internasional akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi pada peradaban dunia.
Dengan langkah ini, UIN Malang menargetkan lahirnya model pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan kedamaian di tengah dinamika global. (Shin)
