Wali Kota Malang Usul Tambah Koridor Trans Jatim, Siapkan Jalur Bandara-Kota Batu-Kepanjen
CITILIVE,KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang mendorong penguatan transportasi publik lintas daerah dengan mengusulkan penambahan koridor layanan Trans Jatim kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pemkot Malang meminta tambahan dua hingga tiga koridor baru untuk menunjang mobilitas masyarakat di kawasan Malang Raya.
“Saya minta ada dua atau tiga koridor tambahan, karena pergerakan masyarakat itu tidak hanya di dalam kota, tetapi juga dari luar daerah,” ujar Wahyu, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, pola aktivitas warga saat ini sudah terintegrasi antarwilayah. Banyak masyarakat yang setiap hari beraktivitas dari Kabupaten Malang ke Kota Malang maupun menuju Kota Batu, sehingga membutuhkan transportasi publik yang terhubung.
Ia mencontohkan kawasan pusat keramaian seperti Alun-alun Kota Malang dan Kayutangan Heritage yang menjadi tujuan warga dari berbagai daerah. Tingginya mobilitas di kawasan tersebut dinilai perlu didukung sistem transportasi massal yang efektif.
“Pergerakan di kawasan itu banyak berasal dari luar kota, jadi perlu konektivitas yang lebih baik,” katanya.
Wahyu menilai konsep layanan berbasis koridor antarwilayah seperti Trans Jatim lebih efektif dibanding skema Buy The Service (BTS) yang sebelumnya diterapkan untuk angkutan dalam kota.
“Waktu saya masih Pj, BTS dalam kota kurang optimal,” ujarnya.
Sejumlah rute strategis yang diusulkan antara lain jalur Terminal Arjosari–Bandara Abdul Rachman Saleh, kemudian terkoneksi ke pusat Kota Malang, Kepanjen, hingga Kota Batu. Selain itu, terdapat alternatif koridor Hamid Rusdi–Singosari.
Menurut Wahyu, ketersediaan armada saat ini dinilai masih memadai, sehingga pengembangan difokuskan pada perluasan jalur layanan agar jangkauan semakin luas.
Ia juga menegaskan, penambahan koridor Trans Jatim tidak akan membebani APBD Kota Malang karena pembiayaan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Wahyu menambahkan, keberadaan Trans Jatim telah menunjukkan dampak positif dalam menekan penggunaan kendaraan pribadi, terutama saat periode libur panjang.
“Waktu Nataru kemarin sangat membantu. Banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum,” pungkasnya. (Shin)
