Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
01/05/2026
CITILIVE

Sinyal Bahaya PHK di Malang, Kenaikan BBM Picu Lonjakan Biaya Produksi Industri Plastik hingga 70%

rifamahmudah
  • Mei 1, 2026
  • 2 min read
Sinyal Bahaya PHK di Malang, Kenaikan BBM Picu Lonjakan Biaya Produksi Industri Plastik hingga 70%

CITILIVE,MALANG – Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang meminta pelaku usaha menahan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengungkapkan bahwa sejumlah pengusaha mulai mengeluhkan kondisi ekonomi yang kian berat. Meski demikian, pihaknya meminta perusahaan tetap mengutamakan keberlangsungan tenaga kerja.

“Pengusaha sudah banyak mengeluh. Tapi kami minta untuk tidak melakukan PHK terlebih dahulu dan mencari solusi strategis,” ujarnya.

Menurut Arif, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada lonjakan biaya produksi yang kemudian memengaruhi daya beli masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menekan penjualan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Ketika biaya produksi naik, otomatis daya beli turun. Ini yang menjadi multiplier effect bagi dunia usaha,” jelasnya.

Ia menyebut sektor industri plastik menjadi salah satu yang paling terdampak. Kenaikan harga bahan baku turunan minyak menyebabkan biaya produksi di sektor tersebut melonjak signifikan, bahkan mencapai 30 hingga 70 persen.

Kondisi ini, lanjutnya, berpotensi mendorong efisiensi perusahaan yang bisa berdampak pada pengurangan tenaga kerja jika tidak diantisipasi sejak dini.

Meski tekanan mulai terasa, Arif memastikan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait gelombang PHK besar-besaran di Kota Malang. Baik serikat pekerja maupun asosiasi pengusaha disebut belum menyampaikan adanya kondisi darurat ketenagakerjaan.

Ia juga menambahkan, sektor padat karya lainnya seperti tekstil masih dalam kondisi relatif stabil. Secara umum, iklim ketenagakerjaan di Kota Malang dinilai masih terkendali.

Namun demikian, pemerintah mengakui hampir seluruh sektor usaha mulai terdampak kenaikan biaya produksi. Oleh karena itu, Pemkot Malang berharap kondisi ekonomi segera membaik agar stabilitas dunia usaha tetap terjaga dan tidak berdampak pada tenaga kerja. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *