Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
18/08/2026
CITILIVE

Riset UM Ungkap 123 Sinyal Metabolit Pala Jawa, Perkuat Basis Konservasi

Shinta lubis
  • Agustus 18, 2026
  • 3 min read
Riset UM Ungkap 123 Sinyal Metabolit Pala Jawa, Perkuat Basis Konservasi

SMARTLIVE — Universitas Negeri Malang (UM) mengungkap 123 sinyal metabolit pada daun pala Jawa (Myristica teysmannii) melalui penelitian yang dilakukan di kawasan Hutan Lindung Pesisir Pantai Selatan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Temuan tersebut menjadi bagian dari riset berkelanjutan UM untuk memperkuat pengetahuan ilmiah mengenai pala Jawa, termasuk karakter habitat dan potensi pengembangan metode konservasi spesies endemik Indonesia.

Penelitian 2026 dipimpin Prof. Dr. Fatchur Rohman, M.Si., bersama Bagus Priambodo, M.Si., M.Sc., Ph.D.; Kennis Rozana, S.Pd., M.Si.; Indra Fardhani, M.Sc., M.I.L., Ph.D.; Dilla Anisa Ikhtira, S.Pd., M.Si.; Dr. Maisuna Kundariati, M.Pd.; dan Dr. Zia Aulia Zaidin Putra, M.Pd.

Riset berlangsung pada 3 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan mengintegrasikan karakterisasi habitat dan analisis profil metabolit daun pala Jawa.

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan metode Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) untuk menganalisis profil kimia daun pala Jawa.

Hasilnya, ditemukan 123 sinyal metabolit yang menunjukkan kompleksitas profil kimia M. teysmannii. Temuan tersebut mencakup kelompok neolignan turunan arilpropanoid, fenilpropanoid, alkilfenol, dan glikosida flavonoid.

Namun, tim peneliti menegaskan bahwa 123 sinyal tersebut belum dapat disebut sebagai 123 senyawa yang telah teridentifikasi secara definitif. Setiap sinyal masih memerlukan proses anotasi, verifikasi struktur, dan konfirmasi menggunakan metode analisis lain jika diperlukan.

Karena itu, temuan tersebut menjadi profil awal untuk menggambarkan kekayaan dan kompleksitas metabolit daun pala Jawa.

Selain profil metabolit, penelitian juga memetakan kondisi mikrohabitat pala Jawa melalui sejumlah parameter lingkungan.

Hasil pengamatan menunjukkan suhu tanah berada pada kisaran 25–28 derajat Celsius, suhu udara 30,6–30,7 derajat Celsius, pH tanah 5,8–6,1, kelembapan udara 76,5–81 persen, kelembapan tanah 35–93 persen, serta intensitas cahaya 20–933 lux.

Baca Juga:  Malang Pimpin Inovasi! ETLE Mobile Handheld Kini Resmi Beroperasi.

Variasi tersebut menunjukkan kondisi habitat pala Jawa tidak sepenuhnya homogen. Perbedaan intensitas cahaya dan kelembapan tanah, antara lain, dapat berkaitan dengan kondisi tutupan vegetasi, topografi, serasah, serta kemampuan tanah mempertahankan air.

Informasi mengenai kondisi habitat tersebut menjadi bagian penting untuk memahami hubungan antara pala Jawa dan lingkungan tempat tumbuhnya.

Penelitian pala Jawa UM telah dilakukan secara bertahap sejak 2024. Kajian awal berfokus pada aspek ekologis dan karakter lingkungan.

Pada 2025, penelitian dikembangkan menggunakan pendekatan environmental DNA (eDNA) untuk mendeteksi keberadaan M. teysmannii melalui DNA yang terdapat di dalam tanah tanpa harus merusak tumbuhan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan DNA pala Jawa terdeteksi pada sembilan dari 10 sampel tanah. Kombinasi ekstraksi DNA tanah dan quantitative polymerase chain reaction (qPCR) dengan target gen rbcL menunjukkan potensi eDNA sebagai metode biomonitoring non-destruktif.

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu pemantauan spesies dengan persebaran terbatas atau yang sulit ditemukan melalui pengamatan langsung.

Rangkaian penelitian tersebut kini menggabungkan tiga pendekatan, yakni kajian ekologis untuk memahami habitat, eDNA untuk mendeteksi keberadaan spesies, serta analisis metabolit untuk mengetahui karakter kimia jaringan tumbuhan.

Temuan tersebut diharapkan menjadi basis bagi penelitian lanjutan sekaligus memperkuat data ilmiah untuk mendukung upaya konservasi pala Jawa sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Indonesia.

Penelitian ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 15 tentang Ekosistem Daratan, khususnya dalam mendukung pemahaman dan pelestarian keanekaragaman hayati.