Proyek Pasar Induk Gadang Dipercepat, Jalan dan Drainase Ditarget Tuntas Sebelum Akhir Tahun
CITILIVE – Pemerintah Kota Malang menargetkan proyek perbaikan jalan dan drainase di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG) selesai lebih cepat dari jadwal kontrak. Meski kontrak pekerjaan berakhir pada 8 Desember 2026, Wali Kota Malang meminta proyek strategis tersebut sudah rampung pada pertengahan November agar masih tersedia waktu untuk evaluasi dan perbaikan apabila ditemukan kekurangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan percepatan dilakukan agar aktivitas perdagangan dan lalu lintas di kawasan Pasar Gadang dapat segera kembali normal.
“Sesuai arahan kepala daerah, target kami pekerjaan selesai pada pertengahan November. Sisa waktu hingga masa kontrak digunakan untuk evaluasi dan penyempurnaan jika masih ada kekurangan,” ujar Dandung, Jumat (17/7/2026).
Proyek yang dimulai sejak 15 Juni 2026 itu diawali dengan pembangunan di sisi selatan pasar. Tahapan pekerjaan dimulai dari pembangunan saluran drainase, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi jalan sebelum nantinya berpindah ke sisi utara.

Dandung menjelaskan, masing-masing sisi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan agar keseluruhan proyek dapat berjalan sesuai jadwal percepatan.
“Targetnya sisi selatan dua bulan, kemudian dilanjutkan sisi utara selama dua bulan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristian Bagus Muryanto, mengatakan pembangunan telah memasuki bulan pertama dengan progres fisik mencapai sekitar tiga persen. Selain pembangunan drainase, pekerjaan fondasi jalan juga mulai dikerjakan.
“Fokus utama masih drainase, tetapi pekerjaan konstruksi jalan sudah dimulai melalui pembangunan fondasi,” jelas Bagus.
Menurutnya, pekerjaan di sisi selatan masih menyesuaikan proses relokasi sisa pedagang di bagian barat pasar. Karena itu, pengerjaan saat ini diprioritaskan di sisi timur agar target proyek tetap terjaga.
Secara keseluruhan, proyek meliputi pembangunan drainase dan rekonstruksi jalan sepanjang 574 meter. Saluran drainase dibangun dengan dimensi 1 meter x 1 meter, sedangkan ruas utama di depan Pasar Induk Gadang menggunakan konstruksi rigid beton untuk meningkatkan daya tahan terhadap beban kendaraan berat.
Adapun ruas Simpang Empat Gadang hingga sisi Jembatan Gadang tetap menggunakan lapisan aspal sesuai karakteristik lalu lintas di kawasan tersebut.
DPUPRPKP juga membuka kemungkinan penerapan sistem kerja dua shift, siang dan malam, apabila diperlukan untuk mengejar target penyelesaian.
“Untuk sementara percepatan belum dilakukan. Namun ke depan sangat memungkinkan pekerjaan dilaksanakan siang dan malam agar target selesai lebih cepat dapat tercapai,” tegas Dandung.
Pemerintah Kota Malang berharap percepatan proyek tersebut mampu meningkatkan kelancaran distribusi barang, mengurangi genangan akibat buruknya drainase, serta memperbaiki akses menuju salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Malang.
