Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
25/05/2024
CITILIVE

Penghijauan Kota Malang, Komitmen dan Upaya Wali Kota Menuju Kota Sehat

  • September 15, 2023
  • 4 min read
Penghijauan Kota Malang, Komitmen dan Upaya Wali Kota Menuju Kota Sehat

CITILIVE – Penghijauan Kota Malang, Wali Kota Malang terus melakukan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota Malang.

Kualitas lingkungan Kota Malang menjadi salah satu faktor bangkitnya kualitas hidup warga Kota Malang.

Terlebih dengan kualitas udara di beberapa wilayah kota besar Tanah Air selama beberapa bulan terakhir yang terbilang buruk. Buruknya kualitas udara dapat memengaruhi kesehatan tubuh, baik fisik maupun mental.

Paparan polusi udara untuk jangka pendek dan jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk stroke, penyakit paru obstruktif kronik, trakea, kanker bronkus dan paru-paru, asma yang parah, dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Karenanya, Wali Kota Malang terus melakukan berbagai upaya demi perbaikan polusi dan menjadikan kota ini menjadi tempat tinggal yang sehat dan baik bagi warganya.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup, berbagai upaya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup Kota Malang terus dilakukan, mulai dari pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau, pengelolaan sampah, hingga upaya mengontrol gas buang.

Dengan kualitas lingkungan hidup yang sehat dan baik, diharapkan kualitas hidup masyarakat Kota Malang juga meningkat dan mampu meningkatkan angka harapan hidup. Serta membuat Malang menuju kota sehat.

 Penghijauan Kota Malang

Wali Kota Malang Bangkitkan Kualitas Lingkungan

Pengelolaan tata ruang Kota Malang mengarah ke pembangunan kota hijau. Untuk mewujudkan hal tersebut, Wali Kota Malang memiliki atensi terhadap ruang terbuka hijau.

Berikut beberapa upaya Wali Kota beserta jajarannya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan melakukan Penghijauan kota Malang.

Penghijauan Kota Malang

Wali Kota Malang terus menggalakkan penghijauan dengan program penanaman pohon lebih dari 13.000 pohon setiap tahunnya.

Kegiatan penanaman pohon ini terus dilakukan di berbagai titik Kota Malang, seperti di kawasan pemukiman warga, sekolah, pinggir jalan, lahan-lahan terbuka, bahkan area gedung perkantoran.

Baca Juga:  Catat! 19 April, Malang Serentak Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

Dengan banyaknya pepohonan yang tumbuh, oksigen yang ada di lingkungan semakin banyak dan semakin segar. Ini tentunya akan berdampak positif dengan akan semakin sehatnya masyarakat, lingkungan menjadi asri dan juga sejuk.

Sejak 2019 hingga 2022, terjadi peningkatan penanaman pohon di Kota Malang. Dimulai dengan 1.446 pohon di 2019, meningkat menjadi 3.001 pada 2022.

Saat ini, terdapat 693 taman kota, hutan kota dan jalur hijau sebagai ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang.

Luasan ruang terbuka hijau yang saat ini dikelola Pemkot Malang terdiri dari 45.05 ha taman kota, 9,31 ha hutan kota, 46.03 ha makam, dan 13.85 ha jalur hijau.

Melalui Gerakan Ayo Menanam, Pemkot Malang terus melakukan penanam berbagai jenis pohon dan buah di sejumlah titik.

Di antaranya dengan menanam 33 bibit pohon tabepuya di beberapa titik yang telah ditentukan.

Selain itu, Pemkot Malang bersama warga dan berbagai elemen masyarakat juga menanam aneka pohon di Jl. Walet RW 7 Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Kota Malang.

Anekan bibit pohon seperti pohon mangga, kelengkeng, blimbing dan jambu kristal ditanam di lahan milik Pemkot Malang yang berada di tengah pemukiman warga.

Selain di wilayah pemukiman warga, Pemkot Malang juga mengajak masyarakat untuk melakukan penghijauan di area gedung perkantoran. Salah satunya dengan menanam bibit pohon pule di Balai Uji KIR Kota Malang.

Indeks Kualitas Udara Perkotaan Kota Malang

Salah satu indikator dalam menilai kualitas udara dan pencemaran udara di suatu daerah berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Kota Malang sendiri masih dalam kategori baik dan berwarna hijau berkat pemantauan kualitas udara yang dilakukan Pemkot.

Dalam upaya mewujudkan Kota Malang bebas polusi, Pemkot Malang melakukan pemantauan kualitas udara dengan menggunakan tiga metode, yaitu:

Baca Juga:  Berkontribusi Aktif, Pemkot Malang Raih Penghargaan Terbaik III Pelaporan RANHAM Jatim 2022

1. Uji Kualitas Udara Ambien

Metode yang digunakan ini bertujuan untuk menyatakan atau menyimpulkan kondisi kualitas udara dan dampak negatifnya bagi makhluk hidup.Metode ini dilakukan di 27 titik samping di Kota Malang.

2. Teknologi AQMS

Teknologi AQMS adalah sistem yang digunakan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di Kota Malang, salah satunya untuk mengukur konsentrasi zat pencemar secara real time.

3. Pengukuran Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Metode ini merupakan kegiatan pemantauan kualitas udara tepi jalan raya yang dilakukan pada lokasi yang sama dengan survey kinerja lalu lintas.

Sasaran kegiatan uji emisi adalah kendaraan bermotor roda empat berbahan bakar bensin dan solar untuk angkutan orang dan barang.

Pemkot menerapkan metode ini di 3 titik di seluruh wilayah Kota Malang.

Itulah beberapa upaya Wali Kota demi menyelamatkan Kota Malang dari paparan polusi udara dan membangkikan penghijauan Kota Malang.

Untuk lebih lengkapnya baca berita terupdate kota malang di malanglive.com dan bisa mengunjungi sosial media pemkot Malang di sini.