Pelatih Persema Malang Fokus Benahi Pola Serangan Jelang Laga, Persiapan Tim Terbatas
CITILIVE,MALANG — Pelatih Persema Malang Iwan Setiawan menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah membangun pola permainan menyerang guna menciptakan peluang gol, meski waktu persiapan jelang pertandingan terbilang terbatas.
Hal tersebut disampaikan Iwan Setiawan usai memimpin sesi latihan Persema Malang di Kota Malang, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, kualitas permainan tim sangat ditentukan oleh efektivitas skema menyerang dan kemampuan pemain dalam mengeksekusi peluang.
“Fokus kami membangun attacking tactical agar tim bisa menciptakan peluang. Pada akhirnya memang kembali ke kualitas pemain dalam melakukan eksekusi,” ujar Iwan.
Ia menilai, semakin banyak peluang yang tercipta, maka peluang mencetak gol juga semakin besar, sekaligus berdampak pada peningkatan kepercayaan diri pemain.
“Kalau peluang sudah ada, tinggal penyelesaian akhirnya. Dengan banyak peluang, pemain akan lebih sering berada di situasi mencetak gol,” tambahnya.
Iwan mengakui waktu persiapan Persema sangat terbatas. Secara efektif, tim hanya memiliki sekitar tiga hari latihan intensif menjelang laga. Menurutnya, menjelang pertandingan intensitas latihan memang harus diturunkan untuk menjaga kondisi fisik pemain.
“Menjelang pertandingan, intensitas latihan harus turun. Jadi tidak semua materi bisa dipaksakan terlalu detail,” jelasnya.
Terkait komposisi pemain, Iwan menyebut belum ada keputusan final mengenai susunan pemain yang akan diturunkan. Ia juga mengungkapkan peluang penambahan pemain baru masih terbuka, mengingat Persema masih memiliki kuota tersisa.
“Secara kuota masih ada sekitar lima slot. Tapi pengisian pemain harus sesuai kebutuhan tim, bukan sekadar melengkapi jumlah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kepastian terkait masuknya pemain baru, termasuk kabar yang beredar di media sosial. Menurutnya, semua masih menunggu keputusan dan persetujuan dari otoritas sepak bola.
Di sisi lain, Iwan menyoroti kondisi sepak bola Kota Malang pascatragedi Kanjuruhan yang dinilainya masih berdampak pada menurunnya animo penonton di stadion.
“Faktanya sekarang, meskipun pertandingan sudah kembali digelar di Kanjuruhan, jumlah penonton masih sangat minim. Padahal dulu Malang dikenal sebagai kota sepak bola,” ujarnya.
Meski demikian, Iwan berharap Persema Malang dapat menjadi bagian dari kebangkitan sepak bola di Kota Malang. Ia menilai komitmen manajemen untuk membangun klub menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Mudah-mudahan Persema bisa kembali menghidupkan gairah sepak bola Malang dan menjadi kebanggaan masyarakat,” tutupnya. (Shin)
