MBG Dikawal Ketat, Pemkab Malang Targetkan Lonjakan Kualitas Gizi dan Daya Belajar Siswa
CITILIVE – Pemerintah Kabupaten Malang memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan tepat sasaran. Melalui rapat koordinasi sinkronisasi dan optimalisasi program di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (27/2/2026), Pemkab menargetkan adanya peningkatan signifikan kualitas gizi sekaligus daya belajar siswa.
Bupati Malang Sanusi menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan intervensi strategis untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.

“Program ini dikawal ketat karena menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak. Targetnya jelas, kualitas gizi meningkat dan daya tangkap belajar siswa ikut terdongkrak,” ujar Sanusi.
Menurutnya, kondisi fisik dan asupan gizi yang baik menjadi fondasi utama dalam mendukung kemampuan anak menyerap pelajaran. Dengan gizi yang tercukupi, siswa diharapkan lebih fokus, aktif, dan memiliki perkembangan intelektual yang optimal.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah daerah bertugas memastikan implementasi di lapangan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam rakor tersebut, Pemkab Malang juga mengingatkan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mitra penyedia untuk disiplin terhadap standar kualitas bahan, proses distribusi, hingga higienitas penyajian makanan.
Sanusi menegaskan, tidak boleh ada penyimpangan dalam pelaksanaan program. Evaluasi dan pengawasan akan dilakukan secara berkala guna memastikan manfaat program benar-benar dirasakan siswa.
“Standarnya sudah jelas. Jika ada kelalaian atau pelanggaran, tentu akan kami tindak. Ini program prioritas yang harus sukses,” tegasnya.
Selain faktor gizi, Sanusi juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan sekolah dan keluarga dalam mendorong keberhasilan pendidikan. Ia berharap program MBG menjadi bagian dari langkah komprehensif pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Malang.
Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan sinkronisasi antara pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan mitra, agar program berjalan efektif serta memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas generasi muda di daerah. (Shin)
