Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
02/09/2026
CITILIVE

Mahasiswa Baru Tadris Matematika UIN Malang Didorong Kenali Potensi Sejak Awal Kuliah

Shinta lubis
  • September 1, 2026
  • 3 min read
Mahasiswa Baru Tadris Matematika UIN Malang Didorong Kenali Potensi Sejak Awal Kuliah

MALANG — Mahasiswa baru Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, didorong mulai mengenali potensi, karakter, minat, dan kemampuan diri sejak awal masa perkuliahan.

Pesan tersebut disampaikan dalam sesi Analisis Diri yang menjadi bagian penutup rangkaian Alpha Meet & Greet 2026 Tadris Matematika FTIK UIN Malang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan alumni Tadris Matematika, Arif Rahman Rosadi, M.Pd., yang saat ini berkiprah sebagai guru di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Malang.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa keberhasilan selama kuliah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Setiap mahasiswa memiliki karakter, pengalaman, minat, kemampuan, dan gaya belajar yang berbeda sehingga membutuhkan strategi pengembangan diri yang berbeda pula.

Arif mengajak mahasiswa untuk mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam dirinya. Proses tersebut diperlukan agar mahasiswa mampu menentukan kompetensi yang perlu dipertahankan, dikembangkan, maupun diperbaiki selama masa studi.

Menurut perspektif yang disampaikan dalam kegiatan, empat tahun masa kuliah tidak semestinya hanya digunakan untuk menyelesaikan mata kuliah. Masa tersebut perlu dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, pengalaman, karakter, serta identitas profesional.

Mahasiswa Tadris Matematika juga diarahkan menghubungkan potensi diri dengan tiga profil lulusan yang dikembangkan program studi, yakni Pendidik Matematika, Asisten Peneliti, dan Edupreneur.

Mahasiswa didorong mulai mempertanyakan arah pengembangan dirinya sejak semester awal. Di antaranya mengenai kekuatan sebagai calon pendidik matematika, ketertarikan terhadap penelitian, kemampuan menciptakan inovasi pembelajaran, hingga kompetensi yang perlu mulai dibangun.

Potensi tersebut kemudian diarahkan untuk dikembangkan menjadi kompetensi dan karya yang dapat memberikan manfaat.

Alumni Berikan Gambaran Dunia Profesional

Kehadiran Arif sebagai alumni memberikan gambaran mengenai perjalanan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di Tadris Matematika.

Baca Juga:  Sah! KPU Kab. Malang Tetapkan Paslon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Malang 2024-2029

Pengalamannya sebagai guru di Thursina IIBS Malang menjadi contoh bahwa dunia profesional dibangun melalui proses pembelajaran, pengalaman, keberanian mencoba, dan evaluasi diri.

Mahasiswa baru juga didorong mulai mengumpulkan pengalaman sejak awal kuliah. Organisasi, kompetisi, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan media pembelajaran, maupun kegiatan lainnya dinilai dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun portofolio.

Setiap pengalaman dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi apabila dijalani dengan kesadaran untuk belajar dan melakukan evaluasi.

Ditekankan dalam Spirit Ulul Albab

Analisis diri dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan spirit Ulul Albab yang menjadi bagian dari identitas pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Mahasiswa diarahkan memahami bahwa potensi dan ilmu yang dimiliki tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan pribadi, tetapi juga merupakan amanah yang perlu diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, pengembangan mahasiswa tidak hanya mencakup kecerdasan intelektual, tetapi juga spiritualitas, kematangan profesional, karakter, dan kepedulian sosial.

Sebagai penutup Alpha Meet & Greet 2026, sesi Analisis Diri menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa baru untuk menentukan arah pengembangan dirinya selama menempuh pendidikan.

Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik dan program studi, tetapi juga didorong menjadi pihak yang aktif merancang pertumbuhan dirinya, membangun kompetensi, menghasilkan karya, dan mempersiapkan kontribusi setelah lulus.

Melalui pendekatan tersebut, Tadris Matematika FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendorong mahasiswa menjadikan masa kuliah sebagai proses mengenali potensi, mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman, hingga menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat.