Lampu Hijau DPRD! Proyek Alun-Alun Kepanjen Didorong Dibiayai Utang Bank Jatim
CITILIVE,MALANG – Rencana pembangunan Alun-Alun Kepanjen kian mengerucut. DPRD Kabupaten Malang memberi sinyal kuat dukungan terhadap langkah Bupati Malang Sanusi, termasuk membuka opsi pembiayaan melalui pinjaman Bank Jatim.
Dukungan lintas fraksi mulai solid. Politisi PDIP, Adeng, menegaskan partainya siap all out mengawal realisasi proyek ruang publik tersebut, termasuk mendorong percepatan regulasi di DPRD.
“Iya, dari pihak Bank Jatim Kabupaten Malang sepertinya sudah welcome. Tinggal nanti kami paripurnakan di gedung dewan, buat bikin regulasi untuk mewujudkan alun-alun itu. Kalau PDIP akan all out,” tegas Adeng, Sabtu (11/4/2026).
Meski skema pembiayaan mulai mengarah pada pinjaman daerah, besaran anggaran hingga kini belum diputuskan. Namun, gambaran nilai pinjaman mulai mencuat.
Adeng mencontohkan, jika Pemkab Banyuwangi dengan kapasitas fiskal lebih besar mampu meminjam Rp250 miliar, maka Kabupaten Malang dinilai berpeluang mengajukan pinjaman lebih tinggi.
“Kalau Banyuwangi bisa pinjam Rp250 miliar, berarti Pemkab Malang bisa sampai Rp500 miliar. Yang penting regulasinya dulu disiapkan,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari H Kholik. Ia menilai pembangunan alun-alun menjadi kebutuhan mendesak untuk mendongkrak pertumbuhan kawasan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten.
Menurutnya, tanpa kehadiran ruang publik representatif, daya tarik investasi di Kepanjen akan stagnan.
“Tanpa alun-alun, Kepanjen akan lamban berkembang. Investor bisa enggan masuk, baik untuk hotel, mal, maupun perkantoran,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Malang Sanusi juga melakukan studi komparasi ke Banyuwangi untuk melihat pengelolaan ruang publik. Bahkan, usai pertemuan, rombongan diajak mengunjungi Taman Blambangan yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi referensi penting dalam merancang konsep Alun-Alun Kepanjen agar tidak sekadar menjadi ruang terbuka, tetapi juga pusat ekonomi dan sosial baru.
Dengan dukungan politik yang menguat dan skema pembiayaan mulai dibahas, proyek Alun-Alun Kepanjen kini memasuki tahap krusial: penyusunan regulasi sebagai pintu awal realisasi. (Shin)
