NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
31/01/2023
CITILIVE

Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1,000 M

  • Januari 14, 2023
  • 2 min read
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1,000 M

CITILIVE – Pada Jumat, 13 Januari 2023 pukul 08.02 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi.

Terpantau tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu dari gunung dengan ketinggian sekitar 3.676 mdpl tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arab barat daya.

Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo, letusan teramati sebanyak empat kali.

Lebih lanjut ia menuturkan secara visual juga teramati guguran sebanyak tiga kali dengan jarak luncur 800 meter ke arah Besuk Kobokan berdasarkan laporan tertulis petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur pada periode 13 Januari 2023 pukul 06.00-12.00 WIB.

Ia juga menjelaskan aktivitas Gunung Semeru setiap hari mengalami erupsi dan hal tersebut merupakan hal yang wajar seiring dengan status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut berada pada level III atau Siaga.

Menurutnya, perkembangan di lapangan terus dilakukan.

“Sejauh ini tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi Semeru yang mengeluarkan asap dengan ketinggian 1.000 meter, namun Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau perkembangan di lapangan,” katanya sebagaimana kami lansir dari Antara.

Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang merupakan pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujarnya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sepanjang Jumat 13 Januari malam hingga Sabtu 14 Januari dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengeluarkan lava pijar yang terlihat jelas.

Aktivitas vulkanik yang mengeluarkan lava pijar terpantau secara langsung di kamera CCTV yang ditayangkan melalui CCTV Semeru hingga beberapa kali.

Di Sabtu, 14 Januari pagi ini bahkan Gunung Semeru juga dilaporkan mengalami satu kali erupsi pukul 05.02 WIB.