Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
10/02/2026
CITILIVE

JMSI Jatim Hadiri Rangkaian HUT ke-6 JMSI, Bahas Isu Strategis Media Siber

Shinta lubis
  • Februari 10, 2026
  • 3 min read
JMSI Jatim Hadiri Rangkaian HUT ke-6 JMSI, Bahas Isu Strategis Media Siber

SERANG, CITILIVE — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jawa Timur menghadiri sekaligus menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 JMSI yang digelar bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, pada 7–9 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JMSI, Seminar Hak Asasi Manusia (HAM), serta Malam Anugerah JMSI sebagai puncak peringatan enam tahun berdirinya organisasi media siber tersebut.

Ketua JMSI Jatim Syaiful Anam hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Wakil Ketua Jay Wijayanto dan Ali Gonzales, dalam agenda kegiatan JMSI Pusat. Sementara pengurus JMSI Jatim lainnya, yakni Wahyu Kuncoro, Rahmat Mashudi Prayoga, dan Buang Supeno, turut mengikuti rangkaian kegiatan HPN 2026.

Dalam Rakornas JMSI, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, terutama disrupsi industri media yang semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup derasnya arus platform digital dan media sosial, keterbatasan sumber pendanaan perusahaan pers, hingga perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan bahwa disrupsi media saat ini menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan pers nasional. Ia mengutip pandangan Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat yang menyebut disrupsi media ibarat banjir besar yang menghantam kehidupan pers dan media.

“Banjir besar itu merusak sumber kehidupan, airnya keruh berlumpur. Tetapi di tengah banjir yang besar itu, manusia tetap akan mencari air yang bersih untuk sumber kehidupan,” ujar Teguh.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berlaku dalam dunia pers. Pada akhirnya, publik akan kembali mencari media yang menyajikan produk jurnalistik berkualitas, kredibel, dan terverifikasi, di tengah maraknya informasi dari media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Wali Kota Malang Minta Warga Sabar, Proyek Drainase Suhat Dipastikan untuk Kepentingan Jangka Panjang

Karena itu, JMSI mengajak media siber anggotanya untuk tidak semata-mata mengejar trafik atau tunduk pada algoritma media sosial, melainkan konsisten menghadirkan konten jurnalistik yang bermutu. Komitmen ini sejalan dengan slogan “JMSI Bikin Terang Indonesia.”

Selain isu disrupsi media, Rakornas juga membahas penguatan kemitraan media siber dengan pemerintah, kemandirian perusahaan pers, serta penguatan organisasi JMSI di tingkat daerah. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip pers, termasuk pembentukan koperasi media.

Program koperasi tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan pengurus JMSI dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta Selatan pada 21 Januari 2026. Sejumlah daerah telah membentuk koperasi JMSI dan diharapkan mendapat pendampingan seiring program nasional Koperasi Desa Merah Putih.

Di bidang hukum, JMSI juga mendorong adanya perlindungan hukum tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi pemilik dan pengelola media. Usulan tersebut, menurut Teguh Santosa, mendapat sambutan positif dari Dewan Pers.

Puncak peringatan HUT ke-6 JMSI dikemas dalam Malam Anugerah 6 Tahun JMSI yang digelar Minggu malam (8/2/2026). Acara tersebut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Wakil Menteri HAM Mugiyanto, dan ditandai dengan penyerahan JMSI Award kepada sejumlah tokoh nasional dan daerah. (Al)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *