Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
27/08/2026
CITILIVE

FTAB UB Dorong Karya PKM Mahasiswa Berlanjut ke Inovasi dan Paten

Shinta lubis
  • Agustus 27, 2026
  • 3 min read
FTAB UB Dorong Karya PKM Mahasiswa Berlanjut ke Inovasi dan Paten

SMARTLIVE — Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) mendorong mahasiswa tidak berhenti mengejar prestasi dalam kompetisi. Hasil riset dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi, dipatenkan, serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Expo PKM INDEX PIMNAS x PIMBA 2026 yang digelar di lingkungan FTAB UB, Kota Malang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang mahasiswa menampilkan hasil riset, karya, dan inovasi sekaligus memperkuat budaya prestasi di lingkungan fakultas.

Kepala UPT Pengembangan Talenta Mahasiswa UB sekaligus dosen pembina PKM, Prof. Dr. Eng. Abu Bakar Sambah, S.Pi., M.T., mengatakan pengembangan talenta mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem prestasi perguruan tinggi.

Menurut Abu Bakar, ekosistem kemahasiswaan melibatkan sejumlah unsur yang saling terhubung, mulai dari fasilitasi aktivitas mahasiswa, pengembangan karier dan alumni, hingga pembinaan mahasiswa bertalenta.

“Lembaga ini diberikan tugas untuk memoles mahasiswa-mahasiswa yang punya talenta untuk dikirim ke perlombaan, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Abu Bakar.

Ia mengatakan pendampingan dilakukan untuk berbagai kompetisi mahasiswa. Salah satu fokusnya adalah kompetisi yang berkaitan dengan PKM dan bermuara pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Abu Bakar menilai PIMNAS masih menjadi salah satu indikator penting prestasi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi. Karena itu, UB terus berupaya memperkuat tradisi prestasi di ajang tersebut.

Ia menyebut UB memiliki sejarah panjang di PIMNAS, termasuk pernah meraih juara umum sebanyak enam kali dan mencatat hattrick pada 2015, 2016, dan 2017.

“Teman-teman mahasiswa FTAB patut berbangga karena punya dekan yang dulu adalah panglima PIMNAS. Kami hanya mencoba mengikuti itu, dan sampai sekarang memang susah sekali untuk mengembalikan kejayaan itu lagi sebagai juara PIMNAS,” katanya.

Baca Juga:  Guna Menekan Pemicu Kebakaran,Damkar berikan Arahan

Namun, menurutnya, pembinaan mahasiswa tidak boleh hanya diarahkan untuk memenangkan kompetisi. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan riset, komunikasi, presentasi, membangun jejaring, serta kesiapan menghadapi kompetisi di tingkat internasional.

Dekan FTAB Minta Prestasi Dipertahankan

Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih mahasiswa melalui riset, inovasi, karya, dan pengabdian.

Ia meminta capaian tersebut dipertahankan secara konsisten sehingga penghargaan yang diraih tidak sekadar berpindah dari satu tim ke tim berikutnya.

“Pialanya ini jangan bergilir. Usahakan pialanya piala tetap,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, prestasi mahasiswa merupakan hasil dari ekosistem akademik yang mencakup sumber daya manusia, inovasi, riset, karya, serta pengabdian.

Ia berharap mahasiswa FTAB mampu mempertahankan prestasi dan membawa nama fakultas tidak hanya di lingkungan UB, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional.

Namun, Yusuf menekankan bahwa kemenangan dalam kompetisi bukan menjadi tujuan akhir.

“Untuk acara ini mudah-mudahan nanti tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa berlanjut ke inovasi, ke paten,” katanya.

Karya Mahasiswa Didorong Go Public

Yusuf juga mendorong hasil karya mahasiswa dikemas dengan lebih komunikatif agar dapat dikenal masyarakat luas. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membuat forum presentasi dan talkshow khusus untuk mempublikasikan hasil riset mahasiswa.

Menurutnya, hasil penelitian mahasiswa dapat dikemas dalam format presentasi yang menarik dan didokumentasikan melalui kanal digital, termasuk YouTube, sehingga memiliki jangkauan lebih luas.

Ia juga mendorong mahasiswa menggunakan bahasa asing dalam mempresentasikan karya agar lebih siap memasuki ruang akademik dan inovasi internasional.

“Kalau bisa dipresentasikan supaya internasional, presentasinya bahasa Inggris. Kalau bisa bahasa Jepang, tidak apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga:  ibis Styles Malang Hadirkan "Ramadan Nusantara Festive" untuk Menemani Bulan Ramadhan Anda

Dorongan tersebut menempatkan prestasi mahasiswa bukan sekadar sebagai pencapaian kompetisi, tetapi sebagai bagian dari proses hilirisasi riset dan inovasi.

Melalui Expo PKM INDEX PIMNAS x PIMBA 2026, FTAB UB mendorong karya mahasiswa memiliki keberlanjutan, mulai dari kompetisi, pengembangan inovasi, publikasi, hingga peluang paten dan pemanfaatan oleh masyarakat.

Dengan demikian, capaian mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada piala, tetapi berkembang menjadi karya yang memiliki nilai tambah dan dampak nyata.