Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
19/05/2026
CITILIVE

Deteksi Dini Kanker Serviks Digencarkan, 25 Perempuan di Kota Malang Hasil IVA Positif

rifamahmudah
  • Mei 19, 2026
  • 3 min read
Deteksi Dini Kanker Serviks Digencarkan, 25 Perempuan di Kota Malang Hasil IVA Positif

CITILIVE – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), yakni metode skrining dengan mengoleskan cairan asam asetat pada serviks untuk mendeteksi lesi atau kelainan secara cepat. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 563 perempuan di 16 puskesmas Kota Malang telah menjalani pemeriksaan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Selasa (19/5/2026), mengungkapkan dari total peserta skrining, sebanyak 25 perempuan dinyatakan positif IVA atau sekitar 4,4 persen.

“Yang terscreening di 16 puskesmas sebanyak 563 orang. Hasil IVA positif ada 25 orang atau sekitar 4,4 persen,” ujar Husnul.

Selain itu, terdapat 14 peserta atau sekitar 2,5 persen yang belum dapat menjalani pemeriksaan IVA karena beberapa syarat medis belum terpenuhi. Salah satunya karena peserta baru melakukan hubungan suami istri sehingga pemeriksaan tidak bisa dilakukan saat itu juga.

“Ada yang sudah datang diperiksa, tetapi karena syaratnya belum terpenuhi, akhirnya IVA tidak dilakukan. Misalnya malam sebelumnya baru melakukan hubungan, itu tidak bisa dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 113 hasil pemeriksaan atau sekitar 20,1 persen masih dalam proses pembaruan data dan evaluasi lebih lanjut. Data tersebut masih akan terus diperbarui Dinkes Kota Malang karena angka yang disampaikan merupakan rekapitulasi per 22 April 2026.

Menurut Husnul, seluruh penanganan awal bagi pasien dengan hasil IVA positif dilakukan langsung di puskesmas. Saat ini terdapat tiga puskesmas yang memiliki fasilitas dan tenaga medis untuk melakukan tindakan krioterapi atau terapi pembekuan lesi, yakni Puskesmas Ciptomulyo, Kedungkandang, dan Cisadea.

“Yang positif ini langsung dikerjakan di puskesmas. Untuk tindakan krioterapi saat ini ada di Ciptomulyo, Kedungkandang, dan Cisadea,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Malang Perbaiki 8 Puskesmas pada 2026, Tiga Masuk Tahap Lelang Relokasi

Ia menjelaskan, hasil IVA positif tidak selalu berarti pasien terkena kanker serviks stadium berat. Pemeriksaan IVA dilakukan untuk melihat adanya bercak putih atau lesi pada area serviks setelah diberikan cairan asam asetat.

“Kalau setelah diberi asam asetat muncul bintik-bintik putih, itu dilihat tingkat lesinya. Kalau masih kecil berarti grade 1 dan bisa ditangani di puskesmas,” terang Husnul.

Pasien dengan lesi ringan kemudian menjalani krioterapi, yakni tindakan medis menggunakan tekanan gas dingin tinggi untuk membekukan jaringan abnormal di mulut rahim. Setelah tindakan dilakukan, pasien akan menjalani masa pemulihan sebelum kontrol ulang.

“Kalau lesinya kecil langsung dilakukan krioterapi. Nanti tiga minggu kemudian kontrol lagi untuk memastikan apakah cukup sekali tindakan atau perlu pengulangan,” jelasnya.

Bila hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat titik lesi yang belum hilang sempurna, maka tindakan krioterapi akan dilakukan kembali hingga kondisi benar-benar membaik.

Husnul menambahkan, pasien dengan kondisi lesi berat atau sudah memasuki grade 2 dan grade 3 akan segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.

“Kalau sudah grade 2 atau grade 3, itu kita kirim ke rumah sakit,” tegasnya.

Dalam program skrining massal yang sebelumnya digelar di wilayah Kendalkerep, antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi. Tercatat sekitar 1.800 warga masuk dalam daftar pendaftaran awal. Namun, tidak seluruh peserta otomatis dapat menjalani pemeriksaan karena harus memenuhi syarat kesehatan terlebih dahulu.

“Yang terbanyak memang di Kendalkerep. Tetapi yang benar-benar memenuhi syarat dan diperiksa waktu itu sekitar 52 orang,” pungkas Husnul. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *