Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
23/08/2026
CITILIVE

60 Tim Ramaikan Lomba Senam Kreasi PKB di Malang, Latihan Warga hingga UMKM Jadi Sorotan

Shinta lubis
  • Agustus 24, 2026
  • 4 min read
60 Tim Ramaikan Lomba Senam Kreasi PKB di Malang, Latihan Warga hingga UMKM Jadi Sorotan

CITILIVE — Sebanyak 60 tim mengikuti Lomba Senam Kreasi “Ha Ha–Hi Hi” yang digelar DPC PKB Kota Malang bersama jajaran PKB di GOR Ken Arok, Kota Malang, Minggu (23/8/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu tidak hanya menjadi ajang kompetisi senam, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kekompakan warga dan mendorong aktivitas ekonomi UMKM.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Para peserta tidak hanya mempersiapkan gerakan senam, tetapi juga menampilkan kreativitas melalui kostum, penampilan kelompok hingga yel-yel.

Sekretaris Jenderal DPP PKB sekaligus Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Malang Raya, M. Hasanuddin Wahid, mengatakan lomba tersebut berangkat dari keinginan untuk memberikan apresiasi terhadap aktivitas senam yang selama ini dilakukan secara rutin oleh masyarakat, terutama kelompok perempuan di lingkungan kampung.

“Motivasinya sederhana, kami ingin mengapresiasi aktivitas rutin ibu-ibu muda, nona-nona, nyonya-nyonya di desa-desa yang hampir setiap saat melakukan senam tanpa diminta,” kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, kebiasaan masyarakat melakukan senam secara rutin menunjukkan adanya kesadaran untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun interaksi sosial. Karena itu, aktivitas tersebut dikemas dalam bentuk kompetisi agar masyarakat memiliki ruang untuk menunjukkan kreativitas dan kebersamaan.

Antusiasme peserta, lanjutnya, terlihat dari persiapan yang dilakukan sebelum tampil. Sejumlah kelompok bahkan rela mengeluarkan biaya untuk menyiapkan kostum dan kebutuhan penampilan.

“Orang melakukan senam diwujudkan dengan mereka melakukan penampilan terbaik, dari segi gerakan, dari segi kostum dan sebagainya. Ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap diri sendiri dan lingkungan,” ujarnya.

Latihan Senam Konsolidasikan Warga

Ketua DPC PKB Kota Malang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menilai sisi menarik dari lomba tersebut justru terlihat dari proses persiapan peserta di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:  CFD Jalan Ijen Ditiadakan Minggu Ini, Kendaraan Diizinkan Melintas

Latihan yang dilakukan secara rutin menjelang perlombaan ternyata melibatkan lebih banyak warga. Tidak hanya anggota kelompok senam, tetapi juga suami, keluarga, pengurus RT hingga warga sekitar ikut mendukung persiapan tim.

“Proses latihan yang panjang itu membuat satu kampung terkonsolidasi. Suami-suami ikut, RT-RT turun. Kami merasa terharu karena instrumen ini ternyata bisa mengintegrasikan masyarakat,” ujar Hikmah.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga sederhana dapat menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial dan memperkuat gotong royong di tingkat lingkungan.

Hikmah menegaskan lomba tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dibatasi pada kelompok atau organisasi tertentu. Peserta dapat berasal dari berbagai latar belakang, baik laki-laki maupun perempuan serta Muslim maupun non-Muslim.

Berdasarkan ketentuan lomba, setiap regu terdiri atas 7 hingga 10 orang dengan maksimal tiga instruktur pendamping. Peserta merupakan masyarakat umum berusia minimal 18 tahun.

Setiap tim diberikan waktu maksimal tujuh menit untuk menampilkan koreografi. Penilaian mencakup teknik gerak, kreativitas, kekompakan dan penampilan umum. Peserta juga diwajibkan menampilkan yel-yel PKB sebelum penampilan dengan durasi maksimal satu menit.

Jumlah peserta dibatasi sekitar 60 tim dengan mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan kapasitas kegiatan. Ke depan, penyelenggara akan mengevaluasi kemungkinan pengembangan kegiatan, termasuk penambahan titik pelaksanaan dan jumlah peserta.

Selain aspek olahraga dan sosial, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara.

Kehadiran UMKM diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk kepada peserta dan masyarakat yang datang. Dengan demikian, keramaian kegiatan tidak hanya memberikan dampak pada aspek hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Ponpes Darul Hidayah Dapatkan Wakaf Sumur Bor

Hasanuddin dan Hikmah menilai kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi instrumen untuk mempertemukan berbagai kepentingan sekaligus. Olahraga, kreativitas, gotong royong dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan dalam satu kegiatan.

“Ke depan ini akan menjadi agenda tahunan,” kata Hasanuddin.

Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh hadiah Rp5 juta dan trofi, juara kedua Rp4 juta dan trofi, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp3 juta dan trofi.

Sementara itu, Harapan 1 memperoleh Rp2 juta dan trofi, Harapan 2 mendapatkan Rp1 juta dan trofi. Panitia juga menyediakan penghargaan khusus Yel-Yel Terbaik senilai Rp500 ribu.

Tidak berhenti pada lomba senam, PKB juga menyiapkan agenda olahraga lainnya. Hikmah menyampaikan rencana penyelenggaraan turnamen sepak bola yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2026.

Rangkaian agenda tersebut diharapkan dapat memperluas ruang interaksi masyarakat sekaligus mendorong kegiatan berbasis komunitas di Kota Malang.

Dengan melibatkan puluhan kelompok senam, lingkungan warga hingga pelaku UMKM, Lomba Senam Kreasi “Ha Ha–Hi Hi” diposisikan bukan sekadar sebagai kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap aktivitas rutin masyarakat sekaligus memperkuat kekompakan warga dan membuka peluang pergerakan ekonomi lokal.

Panitia menargetkan lomba tersebut dapat berlanjut sebagai agenda tahunan dengan cakupan yang lebih luas pada pelaksanaan berikutnya.