Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
09/08/2026
CITILIVE

532 Peserta Ikuti World Wide Vintage MTB Day 2026, Start dari Kayutangan Malang

Shinta lubis
  • Agustus 9, 2026
  • 3 min read
532 Peserta Ikuti World Wide Vintage MTB Day 2026, Start dari Kayutangan Malang

CITILIVE – Sebanyak 532 peserta mengikuti World Wide Vintage MTB Day 2026 di Kota Malang, Minggu (9/8/2026). Ratusan pesepeda tersebut memulai perjalanan dari Lori Kayutangan dan finis di Taman Rekreasi Sengkaling, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut mempertemukan komunitas penggemar mountain bike (MTB) vintage) sekaligus menjadi bagian dari pengembangan olahraga berbasis komunitas dan sport tourism di Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengatakan Pemkot Malang mendukung kegiatan komunitas olahraga yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Semoga ini menjadikan kolaborasi dengan semua komunitas yang ada di Kota Malang untuk mendukung pertama program Ngalam Tahes, kedua tentu Seribu Event yang ada di Kota Malang,” ujar Ali saat memberangkatkan peserta.

Menurutnya, keberadaan event olahraga menjadi salah satu strategi Pemkot Malang untuk menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah. Peserta yang datang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga UMKM.

“Event-event ini tidak hanya diikuti oleh warga Kota Malang, banyak dari luar kota. Sehingga okupansi hotel juga begitu, pendapatan UMKM terutama kuliner juga meningkat,” katanya.

532 Peserta, Sepeda Lawas Jadi Daya Tarik

World Wide Vintage MTB Day memiliki karakter berbeda dibandingkan event sepeda pada umumnya. Para peserta membawa sepeda gunung lawas yang sebagian sudah tidak lagi diproduksi.

Ali menilai keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan memperkaya agenda olahraga di Kota Malang.

“Pesertanya sekitar lima ratusan lebih, 532. Sehingga ini menjadi event yang sangat besar. Pesertanya beragam, sepedanya juga antik-antik, mulai dari yang paling tua yang sudah tidak diproduksi di pasaran, masih tetap dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Penemuan Mayat Perempuan, Gemparkan Warga Gondanglegi Malang

Menurut Ali, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunitas dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan sport tourism. Perpaduan olahraga, komunitas, sepeda vintage dan destinasi wisata dinilai mampu menciptakan daya tarik baru bagi Kota Malang.

Pemkot Dorong Event Beri Dampak Ekonomi

Pemkot Malang menargetkan program Seribu Event tidak hanya menghasilkan aktivitas dan keramaian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ali mengatakan event yang mendatangkan peserta dari luar daerah dapat menciptakan efek berantai terhadap berbagai sektor usaha.

“Itu yang kami inginkan, bahwa ada peningkatan nilai ekonomi dari banyaknya event yang ada di Kota Malang,” katanya.

Karena itu, Pemkot Malang membuka ruang bagi komunitas olahraga untuk menggelar kegiatan di Kota Malang. Selain sepeda, sejumlah komunitas olahraga seperti lari dan cabang olahraga lainnya juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Fasilitas Olahraga Jadi Perhatian

Meningkatnya aktivitas komunitas olahraga juga menjadi masukan bagi Pemkot Malang untuk memperkuat fasilitas publik.

Ali mengatakan kebutuhan fasilitas tidak hanya menyangkut pesepeda, tetapi juga pelari dan pejalan kaki yang semakin banyak memanfaatkan ruang publik.

“Banyak sekali komunitas yang hadir di Kota Malang itu menjadi masukan kami untuk memperbaiki fasilitas yang ada, bagian dari menunjang Malang sebagai sport tourism,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak komunitas menjadikan Kota Malang sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga, baik berskala lokal, nasional maupun internasional.

Setelah diberangkatkan dari kawasan Kayutangan, 532 peserta melanjutkan rute menuju Taman Rekreasi Sengkaling, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, sebagai titik finis.

Pemkot Malang menilai konsistensi penyelenggaraan event berbasis komunitas, dukungan fasilitas dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting untuk memperkuat posisi Kota Malang sebagai destinasi sport tourism.