44 PTS Siap Kolaborasi, Pemkot Malang Perkuat Program Malang Pintar
CITILIVE — Pemerintah Kota Malang memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur dan 44 perguruan tinggi swasta (PTS) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas akses pendidikan bagi warga.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkot Malang, LLDIKTI Wilayah VII, dan perguruan tinggi swasta di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat program Malang Pintar sekaligus memastikan keberadaan perguruan tinggi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah bukti nyata, karya nyata, pemikiran strategis dari Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang yang mewujudkan Malang Pintar melalui PTS yang ada di Kota Malang,” ujar Dyah.
Menurut Dyah, kontribusi PTS tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi yang didorong adalah pemberian beasiswa bagi warga Kota Malang.
“Kami berharap satu sampai 20 [penerima] bisa memberikan nilai kepada masyarakat Kota Malang, setiap perguruan tinggi sesuai kemampuannya,” katanya.
44 PTS Siap Berkontribusi
Dyah menyebut sekitar 44 perguruan tinggi telah memiliki komitmen kerja sama dengan Pemkot Malang. Dari jumlah tersebut, sekitar 19 perguruan tinggi hadir secara langsung dalam kegiatan penandatanganan.
Kolaborasi akan diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.

Pada bidang penelitian, perguruan tinggi juga didorong melakukan hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menghasilkan inovasi dan produk yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya hilirisasi nanti produk-produk di Kota Malang ini bisa menjadi ladang emas untuk welfare masyarakat di Kota Malang,” tegas Dyah.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi kebutuhan strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Pemkot tidak dapat menjalankan seluruh program pembangunan tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk kampus.
Ia menekankan keberadaan puluhan perguruan tinggi di Kota Malang harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Warga Kota Malang ini tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga ikut bisa bersama-sama,” tegas Wahyu.

Karena itu, Pemkot akan menghubungkan kompetensi masing-masing perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Wahyu mengatakan pemetaan akan dilakukan berdasarkan spesialisasi, program studi, kompetensi, serta keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Selanjutnya, potensi tersebut disesuaikan dengan program dan kegiatan Pemkot Malang yang tercantum dalam RPJMD.
“Kita akan melihat perguruan tingginya, spesialisasinya, program dan jurusannya seperti apa. Kita koneksikan dengan program dan kegiatan yang ada di Pemkot Kota Malang,” jelasnya.
Kolaborasi juga akan melibatkan mahasiswa, selain dosen. Dengan begitu, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus.
Beasiswa Jadi Pengungkit Akses Pendidikan
Selain mendorong kontribusi beasiswa dari PTS, Pemkot Malang juga memanfaatkan dukungan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Dalam kegiatan tersebut disebutkan penerima KIP-K di Kota Malang telah mencapai lebih dari 2.000 mahasiswa.
Wahyu mengapresiasi PTS yang telah memberikan beasiswa bagi warga Kota Malang. Menurutnya, semakin banyak perguruan tinggi terlibat, semakin luas pula peluang masyarakat memperoleh pendidikan tinggi.
“Kami dalam rangka menjalankan amanah sebagai Wali Kota Malang tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila tidak bersama-sama,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi Pemkot Malang, LLDIKTI, dan PTS diarahkan untuk memperkuat ekosistem Malang Pintar, tidak hanya melalui perluasan akses pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, pengembangan riset dan inovasi, serta pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dengan dukungan 44 perguruan tinggi, Pemkot Malang menargetkan kolaborasi tersebut menjadi pengungkit pembangunan SDM sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota pendidikan.
