Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
15/07/2026
CITILIVE

Luis de la Fuente Ukir Dominasi atas Prancis, Spanyol Kini Bidik Gelar Juara Dunia Kedua

Shinta lubis
  • Juli 15, 2026
  • 3 min read
Luis de la Fuente Ukir Dominasi atas Prancis, Spanyol Kini Bidik Gelar Juara Dunia Kedua

SPORTLIVE – Keberhasilan Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar memastikan satu tempat di partai final. Kemenangan tersebut juga mempertegas dominasi La Furia Roja atas Les Bleus dalam beberapa tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinan pelatih Luis de la Fuente, Spanyol kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Kemenangan atas Prancis menjadi yang ketiga secara beruntun dalam ajang resmi, melanjutkan tren positif yang telah mereka bangun di level Eropa maupun dunia.

La Furia Roja tampil dengan identitas permainan yang jelas. Tidak lagi hanya mengandalkan penguasaan bola ala tiki-taka, Spanyol kini memadukan permainan cepat, tekanan tinggi (high pressing), dan transisi menyerang yang efektif.

Spanyol Ukir Sejarah! Juara Eropa Kini Selangkah Lagi Rebut Trofi Piala Dunia 2026

Strategi tersebut terbukti mampu meredam kekuatan utama Prancis yang mengandalkan kecepatan Kylian Mbappé dan lini serang mereka. Les Bleus kesulitan mengembangkan permainan sejak menit-menit awal akibat tekanan agresif yang diterapkan para pemain Spanyol.

Keberhasilan itu tak lepas dari tangan dingin Luis de la Fuente. Pelatih berusia 64 tahun tersebut bukan sosok baru di sepak bola Spanyol. Ia telah menjadi bagian dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sejak 2013 dengan menangani berbagai kelompok usia, mulai U-19, U-21, hingga tim Olimpiade.

Sebagian besar pemain inti Spanyol saat ini merupakan anak asuh de la Fuente sejak level junior. Faktor itu membuat sang pelatih memahami karakter dan kemampuan setiap pemain sehingga proses regenerasi berjalan mulus.

Penalti Oyarzabal Bikin Prancis Tertekan! Spanyol Unggul 1-0 di Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026

Baca Juga:  Debat Pilkada Kota Batu: Kris Dayanti Didampingi sang Ibu yang menggunakan Kursi Roda

Kepercayaan de la Fuente terhadap sejumlah pemain juga terbukti tepat. Salah satunya adalah keputusan mempertahankan Unai Simón sebagai kiper utama meski David Raya tampil impresif bersama klubnya. Simón kembali menunjukkan kualitasnya dengan tampil solid dan menjaga gawang Spanyol tetap tanpa kebobolan saat menghadapi Prancis.

Keberhasilan menembus final menjadi pencapaian terbesar Spanyol sejak menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Setelah sempat gagal bersinar pada edisi 2014, 2018, dan 2022, La Furia Roja kini kembali berada di ambang sejarah.

Spanyol pun tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina. Siapa pun lawannya, tim asuhan Luis de la Fuente dipastikan datang ke final dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara.

Semifinal lainnya juga dipastikan menyedot perhatian dunia. Duel Inggris kontra Argentina kembali menghidupkan rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Pertemuan kedua negara selalu menghadirkan cerita besar, mulai dari gol kontroversial “Tangan Tuhan” Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, insiden kartu merah David Beckham di Piala Dunia 1998, hingga berbagai duel penuh gengsi yang melampaui sekadar pertandingan sepak bola.

Kini, setelah Spanyol memastikan tiket ke final, perhatian pecinta sepak bola dunia akan tertuju pada siapa yang mampu menyusul La Furia Roja ke partai puncak: Inggris dengan generasi emasnya atau Argentina yang masih dipimpin Lionel Messi dalam upaya mempertahankan mahkota juara dunia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *