NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
30/09/2022
UPDATEKOTA

Wali Kota Malang: Hikmah Menghadiri Safari Ramadhan

  • April 30, 2021
  • 2 min read
Wali Kota Malang: Hikmah Menghadiri Safari Ramadhan

BALAIKOTA, Malangpost.id – Rabu (28/04/2021) Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dan jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Malang mengadakan Safari Ramadhan dalam rangka Nuzulul Qur’an yang berlangsung dengan hikmah dan istikamah. Safari Ramadhan ini dilakukan di Masjid Abdurrochman, Kelurahan Purwodadi, Kota Malang.

Inti dari puasa adalah imsak. Artinya adalah bagaimana bisa menahan emosi, puasa dari mengharapkan keduniawian. Puasa mengingatkan kita tidak ada yang abadi,” ucap Sutiaji dilansir dari malangkota.go.id. Wali Kota malang mengaku senang dapat hadir di Pondok Pesantren I Anatut Tholibin. Dikarenakan, di Pondok Pesantren ini ia bisa belajar bersama untuk mendalami hikmah puasa.

“Hakikat manusia adalah mayat. Masak mayat sombong,” ujar Sutiaji dikutip dari malangkota.go.id. Sutiaji menambahkan dengan tidak ada yang abadi, sebagai manusia tidak boleh sombong apalagi takabur.

Beragam kegiatan dilakukan di Pondok Pesantremn I Anatut Tholibin, seperti khataman Al-Qur’an, doa bersama untuk awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur dan penyerahan bantuan dari Baznas Kota Malang.

“Melalui nuzulul Quran mari kita budayakan menjadi umat dan masyarakat yang Qurani,” jelas Syaifudin yang dikutip dari malangkota.go.id. Saifudin Zuhri selaku pengasuh Ponpes I Anatut Tholibin ini mengaku sangata bahagia dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an yang kali ini dihadiri oleh Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang yaitu Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko.

Dalam menyikapi keadaan saat ini, Syafiudin menasehati masyarakat untuk tidak memperbesar perbedaan yang dapat menimbulkan perpecahan. Sebagai umat Islam harus bisa saling menyapa, perbedaan bisa dijadikan ruang kompetisi yang sehat dan saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dengan berkiblat kepada Qur’an yaitu, seperti tata imannya, tata kelimuannya, tata ibadahnya, tat aamal, tata bermasyarakat, tata berbangsa dan bernegara.