NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
08/12/2022
UPDATEKOTA

Pasca Gempa M6.7, Bupati Malang Meninjau Korban yang Terdampak

  • April 15, 2021
  • 2 min read
Pasca Gempa M6.7, Bupati Malang Meninjau Korban yang Terdampak

KANJURUHAN, Malangpost.id – Dalam beberapa hari terakhir warga Kota Malang telah dihebohkan dengan guncangan dahsyat berkekuatan M6,7. Gempa Bumi ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada hari Sabtu (10/4), di Malang, Jawa Timur sepanjang 90 Km Barat Daya.

Dilansir dari laman CNN Indonesia, tercatat tiga kali gempa susulan setelah gempa berkekuatan M6,7.

Kunjungan Bupati Malang Pasca Gempa

Setelah terjadinya gempa bumi di Zona Selatan, Kabupaten Malang. Selasa (13/4) petang Drs. H. M. Sanusi, M.M selaku Bupati Malang beserta Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Malang mengunjungi warga Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo yang terdampak bencana Gempa Bumi M6,7.

Kunjungan tersebut untuk meninjau langsung perkembangan dalam upaya penanganan bantuan terhadap warga terdampak pasca bencana dan sekaligus berbuka bersama di hari pertama Puasa Ramadhan 1442 H.

Kebutuhan pangan untuk warga Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo ini harus segera tercukupi. Bantuan berupa bahan sembako sudah diberikan oleh Kabupaten Malang. Namun, belum didistribusikan kepada warga secara merata. Hal ini dikarenakan jumlah sembako belum mencukupi, karena terdapat beberapa sembako yang masih dalam proses dropping.

Bantuan tidak hanya berupa sembako, melainkan juga hunian

Bantuan yang diberikan oleh Kabupaten Malang tidak hanya berupa bahan sembako, melainkan dengan segera dirancang hunian sementara bagi warga terdampak. Sebab, hunian atau tempat tinggal para warga ini banyak yang rusak dan hancur diterpa gempa pada hari Sabtu lalu.

Bupati telah merancang model rumah sementara dengan predikat rumah layak huni berukuran 6×8 meter. Dimulai sejak hari Rabu telah dilakukan pembersihan semaksimal mungkin di 14 rumah yang rusak, serta didahulukan untuk dibangunnya rumah sementara yang layak huni agar tidak menempati tempat pengungsian.

“Karena kita kesulitan untuk mencari rumah sewa sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Mungkin pembangunan rumah sementara ini selesai dalam 10 hari,” ungkap bupati

“Sedangkan untuk bantuan sembako terus mengalis seperti tadi bantuan dana 50 juta rupiah dan beras 5 ton dari Hotel Grand Kanjuruhan, Bus Bagong juga sama. Dari Bank Jatim juga bantu 50 juta rupiah, dari NK Café 100 juta rupiah. Semuanya lewat BPBD Kabupaten Malang,” jelas Bupati.

Sanusi juga menjelaskan bahwa hitungan awal untuk pembangunan satu unit rumah sementara ini sekitar 30 jutaan setiap unitnya. Mulai besok akan dimulai kerja bakti untuk membersihkan puing-puing, serta bahan bangunan mulai dikirim seperti batako, kayu dan spandek. Bupati Malang harapkan terus bergerak cepat agar tidak adanya pengungsian lagi.