Influenza Tipe A pada Anak: Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Mencegahnya
SPOOTLIVE,MALANG — Influenza tipe A merupakan salah satu virus penyebab influenza yang dapat menyerang saluran pernapasan. Infeksi ini dapat dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang dikenal berdasarkan dua protein di permukaan virus, yakni hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Dua subtipe yang umum dikenal antara lain H1N1 dan H3N2.
Berbeda dengan anggapan bahwa influenza hanya sekadar flu biasa, infeksi ini pada sebagian anak dapat menimbulkan gejala cukup berat dan berisiko menyebabkan komplikasi, terutama pada kelompok tertentu.
Bagaimana Influenza Tipe A Menular?
Virus influenza dapat menyebar melalui partikel pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada dalam jarak dekat atau di ruangan yang ramai dan memiliki ventilasi kurang baik. Anak-anak juga lebih mudah terpapar karena banyak melakukan aktivitas bersama di sekolah, tempat bermain, maupun lingkungan keluarga. Penularan juga dapat terjadi ketika tangan yang terkontaminasi virus menyentuh hidung, mulut, atau mata. Karena itu, kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Kenali Gejala Influenza Tipe A pada Anak
Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa keluhan yang dapat dialami anak antara lain: demam atau tubuh terasa panas, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot atau badan terasa pegal, lemas dan mudah lelah.
Pada sebagian anak, influenza juga dapat disertai keluhan seperti mual, muntah, atau diare. Gejala setiap anak dapat berbeda. Karena beberapa gejala influenza juga menyerupai infeksi saluran pernapasan lainnya, jenis virus tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat diperlukan sesuai kondisi anak.
Kapan Influenza Perlu Diwaspadai
Sebagian besar anak dapat pulih dari influenza tanpa mengalami komplikasi serius. Namun, influenza dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat pada anak tertentu. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia dan infeksi sekunder. Pada kondisi yang lebih serius, infeksi influenza juga dapat memengaruhi organ lain dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Orang tua perlu lebih memperhatikan anak berusia di bawah 5 tahun serta anak yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti asma, penyakit jantung, atau gangguan sistem kekebalan tubuh, karena kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.
Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami kesulitan bernapas, tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mampu minum dengan cukup, mengalami tanda dehidrasi, atau kondisinya memburuk.
Lingkungan Ramai Bisa Meningkatkan Risiko
PenularanSekolah, tempat bermain, dan lingkungan keluarga merupakan tempat anak banyak melakukan kontak dengan orang lain. Kondisi ruangan yang padat dan ventilasi yang buruk dapat meningkatkan peluang penyebaran virus pernapasan. Karena itu, ketika anak sedang mengalami gejala influenza, sebaiknya kurangi aktivitas yang melibatkan kontak dekat dengan orang lain. Anak juga perlu diajarkan untuk menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin serta mencuci tangan secara rutin.
Vaksinasi Jadi Salah Satu Upaya Pencegahan
Vaksin influenza merupakan salah satu cara untuk membantu menurunkan risiko terkena influenza dan komplikasinya. Komposisi vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus influenza yang diperkirakan beredar. Vaksin influenza dapat diberikan kepada anak sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dan ketentuan vaksinasi yang berlaku. Karena perlindungan terhadap influenza dapat berkurang seiring waktu dan virus terus mengalami perubahan, vaksinasi perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran.
Ajarkan Kebiasaan Bersih Sejak Dini
Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang diterapkan sehari-hari. Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas. Anak juga perlu dibiasakan tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum bersih. Saat mengalami gejala pernapasan, penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi penyebaran virus, terutama ketika harus berada di sekitar orang lain. Yang tidak kalah penting, anak yang sedang sakit sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak melakukan aktivitas bersama teman hingga kondisinya membaik. Mengenali gejala influenza sejak awal membantu orang tua mengambil langkah yang tepat. Jika kondisi anak memburuk atau muncul tanda bahaya, jangan menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
