UM Reshuffle Pimpinan Pascasarjana dan BPUDA, Rektor Tekankan Integritas
SMARTLIVE,MALANG — Universitas Negeri Malang (UM) mengawali tahun 2026 dengan melantik sejumlah pejabat baru sebagai bagian dari penataan organisasi dan penguatan mutu akademik. Pelantikan digelar di Aula Graha Rektorat (Grarek) lantai 9, Kamis (8/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Rektor UM.
Berdasarkan Surat Keputusan Rektor, terdapat tiga pejabat baru yang resmi dilantik, yakni:
• Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana UM
• Prof. Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. sebagai Ketua Program Studi Program Magister dan Program Doktor Pendidikan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UM
• Yonatan Passal, S.E. sebagai Sekretaris Badan Pengembangan Usaha dan Dana Abadi (BPUDA) UM
Selain itu, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., yang sebelumnya menjabat Direktur Sekolah Pascasarjana UM, dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Rektor II.
Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. menyatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat koordinasi kelembagaan sekaligus meningkatkan daya saing UM di tingkat nasional maupun internasional.
“Penataan organisasi ini kami lakukan agar UM menjadi kampus yang lebih terkoordinasi. Ruang diskusi dan dialog harus terus dibangun bersama,” ujar Hariyono dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan, sekaligus berharap pejabat baru dapat mempercepat peningkatan kinerja, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Dalam arahannya, Rektor UM menekankan tiga prioritas kerja utama, yakni penataan koordinasi akademik program magister dan doktor, termasuk deteksi dini persoalan ujian dan kompetensi akademik; pendampingan publikasi ilmiah secara terstruktur sejak semester awal; serta pemetaan dan rotasi dosen guna pemerataan kualitas pembimbingan.
Hariyono turut menyoroti peran strategis lembaga baru seperti BPUDA dalam memperkuat ekosistem kampus, khususnya pada aspek kemandirian dan pengelolaan sumber daya.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik untuk menjaga integritas dalam menjalankan amanah jabatan.
“Amanah kepemimpinan adalah janji yang disaksikan Tuhan. Mari bekerja dengan baik dan menolak segala hal yang tidak sejalan dengan nilai integritas,” tegasnya.
Pelantikan ditutup dengan prosesi ucapan selamat dari jajaran pimpinan UM. Penataan organisasi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi UM dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi serta memperluas kolaborasi institusional secara berkelanjutan. (Shin)
