UM Gandeng BRIN, Targetkan Lonjakan Proposal Hibah Penelitian Internasional 2026
SMARTLIVE – Universitas Negeri Malang (UM) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Workshop dan Klinik Penyusunan Proposal Penelitian Hibah Internasional 2026. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (22–23 Januari 2026), berlangsung di Gedung Rektorat UM Lantai 9 dan diikuti dosen peneliti lintas fakultas.
Workshop menghadirkan peneliti BRIN bidang Nanoteknologi, Angga Hermawan, Ph.D., serta dihadiri Wakil Rektor III UM Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi UM untuk mendorong peningkatan partisipasi dosen dalam memperoleh pendanaan riset internasional.
Wakil Rektor III UM menegaskan bahwa hibah penelitian internasional merupakan indikator penting kolaborasi global sekaligus pengakuan mutu riset perguruan tinggi. Melalui pendampingan intensif dan klinik proposal, UM menargetkan peningkatan kualitas serta jumlah proposal yang diajukan ke berbagai funding agency luar negeri.
Kepala Pusat Pendidikan UM Ediyanto, M.Pd., Ph.D., memaparkan tren positif capaian hibah internasional UM dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, UM mencatat 42 proposal hibah internasional dengan delapan proposal lolos pendanaan. Jumlah tersebut meningkat pada 2025 menjadi 44 proposal, dengan 10 proposal berhasil memperoleh pendanaan.
“Pada awal 2026 ini, UM sudah meloloskan dua proposal hibah internasional. Capaian ini menunjukkan konsistensi peningkatan kualitas riset dosen,” ujar Ediyanto.
Dalam sesi pendampingan, Angga Hermawan menekankan pentingnya kesesuaian proposal dengan visi dan misi lembaga pendana. Menurutnya, kegagalan proposal sering kali disebabkan kurangnya pemahaman terhadap fokus dan prioritas funding agency.
“Kunci proposal diterima adalah memahami arah pendana dan memastikan riset yang diajukan relevan dengan kebutuhan mereka,” tegas Angga.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kebaruan riset agar tidak terjadi duplikasi penelitian yang telah didanai sebelumnya. Riset pendanaan menjadi langkah krusial sebelum mengajukan proposal.
UM juga mendorong skema riset kolaboratif yang melibatkan mitra luar negeri sebagai salah satu syarat strategis dalam hibah internasional. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat jejaring akademik dan meningkatkan reputasi global universitas.
“Pilih mitra luar negeri dengan rekam jejak riset yang kuat. Jejaring bisa dibangun melalui konferensi internasional atau komunikasi langsung antarpeneliti,” imbuh Angga.
Melalui kegiatan ini, UM menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset berkelas dunia. Ke depan, UM menargetkan peningkatan signifikan proposal hibah internasional sebagai fondasi penguatan reputasi akademik di tingkat global. (Shin)
