Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
07/03/2026
SMARTLIVE

UIN Maliki Malang Kukuhkan 11 Guru Besar, Wayang Diangkat sebagai Media Pendidikan Islam

rifamahmudah
  • Januari 20, 2026
  • 3 min read
UIN Maliki Malang Kukuhkan 11 Guru Besar, Wayang Diangkat sebagai Media Pendidikan Islam

SMARTLIVE – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kukuhkan 11 Guru Besar dari berbagai bidang strategis dalam Rapat Terbuka Senat yang digelar di Aula Rektorat Lantai 5, Selasa (20/1/2026). Pengukuhan ini menjadi penanda penguatan kapasitas akademik UIN Maliki Malang di awal tahun 2026.

Rapat Terbuka Senat dipimpin Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., serta dihadiri Rektor, jajaran pimpinan universitas, para guru besar, sivitas akademika, dan tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi.

Sebanyak 11 guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang pendidikan, bahasa, hukum, psikologi, hingga kajian Islam. Mereka dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan keilmuan dan penguatan integrasi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan di lingkungan UIN Maliki Malang.

Dalam sambutannya, Prof. Nur Ali menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik tertinggi, melainkan amanah moral dan intelektual untuk menjaga marwah keilmuan dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Guru Besar adalah penjaga arah keilmuan. Tugasnya tidak berhenti pada riset dan publikasi, tetapi melahirkan gagasan yang berdampak bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Salah satu pidato pengukuhan yang menyita perhatian disampaikan Prof. Dr. H. Muhammad Asrori, M.Ag., Guru Besar Bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam orasinya, ia mengangkat tema pemanfaatan seni wayang sebagai media pendidikan Islam.

Menurut Prof. Asrori, wayang bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan media edukatif yang sarat nilai moral, etika, dan spiritual. Tokoh-tokoh seperti Semar dan Pandawa merepresentasikan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta keteladanan yang sejalan dengan ajaran Islam.

“Wayang memiliki kekuatan narasi yang menyentuh aspek afektif peserta didik. Nilai Islam dapat disampaikan secara halus, kontekstual, dan mudah diterima karena dekat dengan budaya masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Empat Akademisi FK UB Raih Brawijaya Lifetime Achievement Awards di Dies Natalis ke-63 UB

Ia menambahkan, secara pedagogis, seni wayang mampu mendorong pembelajaran interaktif, memperkuat pendidikan karakter, serta menjadi pendekatan kultural dalam dakwah dan pendidikan Islam moderat. Prof. Asrori juga menekankan pentingnya adaptasi wayang ke media digital agar relevan dengan generasi muda.

“Digitalisasi bukan menghilangkan tradisi, tetapi memperluas jangkauan dan efektivitas pesan pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyebut pengukuhan 11 Guru Besar ini sebagai momentum penting bagi penguatan kualitas akademik kampus.

“Awal 2026 menjadi masa panen Guru Besar. Capaian ini harus menjadi energi untuk meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rektor, Guru Besar memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan memiliki nilai keislaman yang kuat.

Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta menegaskan posisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal. (Shin)