Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
30/11/2025
SMARTLIVE

STIKes Maharani Malang Gelar Penyuluhan Deteksi Dini Gangguan Jiwa, Soroti Kasus Bunuh Diri Anak

rifamahmudah
  • November 29, 2025
  • 2 min read
STIKes Maharani Malang Gelar Penyuluhan Deteksi Dini Gangguan Jiwa, Soroti Kasus Bunuh Diri Anak

SMARTLIVE — Program Studi Keperawatan STIKes Maharani Malang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Deteksi Dini Gangguan Jiwa di Masyarakat Menanggapi Banyaknya Kasus Anak Bunuh Diri” di Kelurahan Dinoyo, Kota Malang, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, warga, serta perangkat kelurahan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemenuhan mata kuliah Keperawatan Jiwa sekaligus upaya kampus dalam meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat. Peningkatan kasus bunuh diri pada anak dan remaja menjadi dasar utama penyelenggaraan edukasi ini.

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menjelaskan bahwa bunuh diri merupakan kondisi darurat psikiatri yang dapat dipicu berbagai faktor risiko, seperti depresi berat, kecemasan kronis, trauma, penyalahgunaan zat, hingga masalah keluarga dan ekonomi. Materi disampaikan berdasarkan modul resmi pembelajaran Keperawatan Jiwa.

Peserta dibekali pemahaman mengenai tanda-tanda awal risiko bunuh diri, baik secara verbal, perilaku, maupun emosional. Di antaranya pernyataan putus asa, menarik diri dari lingkungan, perubahan mood ekstrem, hingga perilaku yang mengisyaratkan keinginan mengakhiri hidup.

Tim pemateri juga menekankan langkah-langkah penanganan awal bagi masyarakat ketika menemukan individu dengan risiko bunuh diri. Di antaranya mendengarkan tanpa menghakimi, memastikan lingkungan aman dari benda berbahaya, serta segera membawa individu ke layanan kesehatan mental seperti IGD rumah sakit atau puskesmas yang memiliki layanan jiwa.

Selain membahas risiko bunuh diri, penyuluhan turut menguraikan cara mengenali gejala depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan psikotik. Gejala tersebut mencakup rasa takut berlebihan, gelisah, halusinasi, perilaku menarik diri, serta perubahan fungsi sosial. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan tidur, keluhan fisik, isolasi sosial, hingga percobaan bunuh diri.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana warga menyampaikan keresahan terkait kasus kesehatan mental di lingkungan mereka. Tim pengabdian mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mental melalui pola hidup sehat, tidur cukup, relaksasi, serta tidak ragu mencari bantuan profesional.

Baca Juga:  UIN Malang Gelar Kuliah Umum Bertema Putusan MK Tentang Hak Politik dalam Pemilu

STIKes Maharani Malang berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini gangguan jiwa. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun lingkungan yang peduli kesehatan mental, terutama dalam melindungi anak dan remaja dari risiko bunuh diri. (Ab/Ah)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *