Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
21/09/2026
SMARTLIVE

Siswa SDN Bumiayu 1 Kenali Makna Topeng Panji dan Keris Lewat Museum Keliling

rifamahmudah
  • September 21, 2026
  • 3 min read
Siswa SDN Bumiayu 1 Kenali Makna Topeng Panji dan Keris Lewat Museum Keliling

SMARTLIVE,MALANG — Siswa SDN Bumiayu 1 Kota Malang mendapat pembelajaran langsung tentang sejarah dan kebudayaan melalui program Museum Keliling Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Kamis (17/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan sejumlah koleksi dan materi budaya, mulai dari arca, keris hingga Topeng Panji Malang.

Pembelajaran dikemas secara langsung di lingkungan sekolah agar pelajar dapat mengenal warisan budaya tanpa harus datang ke museum. Pemateri kali ini seorang Arkeolog dan Peneliti, Juan Steven Susilo, mengatakan pengenalan koleksi museum diarahkan untuk membantu siswa memahami sejarah sekaligus mengenali identitas budaya daerah. “Adik-adik mengenali jati diri mereka masing-masing melalui sejarah dan juga koleksi yang ada di Museum Mpu Purwa. Koleksi tersebut ada arca, keris dan juga topeng Panji Malang,” ujar Juan.

Salah satu materi yang diperkenalkan yakni Topeng Panji Malang. Siswa tidak hanya melihat bentuk topeng, tetapi juga mendapat penjelasan mengenai tokoh, cerita dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.Juan mengatakan cerita Panji memiliki sejarah panjang dan berkembang hingga sejumlah wilayah Asia Tenggara. “Cerita Panji itu dari abad ke-10 dan juga abad ke-11, kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara. Salah satu daerah yang memiliki tarian topeng Panji adalah Malang dan sampai sekarang masih terjaga,” jelasnya.

Menurut Juan, tantangan pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga benda atau koleksinya. Generasi muda juga perlu mengenal dan memahami warisan budaya agar keberlangsungannya dapat diteruskan.“Generasi-generasi yang akan datang ini harus dipersiapkan dengan baik dan diberikan edukasi sebaik-baiknya,” katanya. Materi Museum Keliling juga diperkuat melalui pemutaran video untuk membantu siswa memahami sejarah dan kebudayaan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Baca Juga:  Penilai PKDP UIN Malang Tetapkan Jumlah Peserta yang Lulus

“Harapannya generasi-generasi muda lebih mencintai dan lebih mengerti. Ternyata di Malang ini memiliki kebudayaan yang sudah terkenal se-Asia Tenggara dan kita harus bangga dengan kebudayaan tersebut,” ujar Juan. Siswa Mulai Pahami Filosofi Topeng dan KerisKepala SDN Bumiayu 1 Kota Malang, Putria Suprianti, mengatakan kehadiran Museum Keliling memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat berinteraksi langsung dengan materi budaya.

Menurutnya, selama ini sebagian siswa hanya mengenal Topeng Panji sebatas kesenian tari. Melalui kegiatan tersebut, siswa mulai mengetahui bahwa setiap karakter dan bentuk topeng memiliki makna. “Anak-anak jadi mengenal topeng yang merah dan hijau tadi. Yang diketahui anak-anak hanya tari topeng, tapi tidak tahu itu maknanya,” ujar Putria. Hal serupa, lanjutnya, terjadi ketika siswa mendapat penjelasan tentang keris. Siswa dikenalkan bahwa keris tidak hanya berkaitan dengan fungsi sebagai senjata, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan budaya. “Saya pun dan anak-anak pastinya tahu, ternyata keris itu punya arti dan filosofi sendiri, tidak sekadar untuk senjata, ternyata ada filosofinya sendiri,” katanya.

Putria menilai pembelajaran sejarah dan budaya secara langsung penting dilakukan sejak sekolah dasar. Menurutnya, pengenalan tersebut dapat membantu siswa memahami kekayaan peninggalan bangsa. “Semoga ke depannya anak-anak semakin mengenal sejarah dari bangsa ini, sejarahnya, terus peninggalan-peninggalannya agar tidak mudah diklaim oleh negara lain,” tegasnya. Ia khawatir generasi muda semakin jauh dari pengetahuan sejarah apabila pengenalan terhadap warisan budaya tidak dilakukan sejak dini.

“Kalau anak-anak tidak dikenalkan, saya kok pesimis ke depan anak-anak semakin tidak tahu bahwa Indonesia ini begitu kaya raya peninggalannya,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Juli Handayani mengatakan Museum Keliling menjadi salah satu upaya memperkuat literasi sejarah dan kebudayaan di kalangan pelajar. Melalui program tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan koleksi museum, tetapi juga diajak memahami sejarah dan filosofi yang melekat pada warisan budaya, termasuk Topeng Panji dan keris.

Baca Juga:  Dies Natalis ke-65, UNIKAMA Lakukan Perayaan di Kampus

Museum Keliling diharapkan dapat menjadi jembatan antara koleksi budaya dengan generasi muda sehingga pengenalan sejarah tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman melihat dan memahami koleksi secara langsung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *