Rektor UIN Malang Tegaskan Perempuan Pilar Bangsa di Kartini Power Run 2026
SMARTLIVE,MALANG – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menegaskan peran strategis perempuan sebagai pilar utama pembangunan bangsa dalam talkshow Kartini Power Run 2026 di Kota Batu, Minggu (12/4/2026).
Dalam forum bertajuk Strong Women Strong Nation tersebut, Ilfi menekankan bahwa perempuan memiliki peran kunci dalam membentuk kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan peran dalam keluarga.
“Perempuan bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai penentu kualitas generasi bangsa,” tegasnya. 
Perempuan Jadi Fondasi Pembangunan SDM
Menurut Ilfi, peran perempuan tidak bisa dilepaskan dari dua fungsi utama manusia, yakni sebagai hamba Tuhan dan pemimpin. Dalam konteks itu, perempuan dituntut memiliki keimanan sekaligus kapasitas keilmuan.
Ia menilai, kontribusi perempuan dalam pendidikan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
“Sebagai pemimpin harus berilmu. Karena itu, pendidikan menjadi kunci,” ujarnya. 
Peran Ibu Krusial dalam Keluarga
Lebih lanjut, Ilfi menegaskan bahwa peran ibu dalam keluarga sangat menentukan arah pembangunan bangsa. Ia menyebut perempuan sebagai “manajer kualitas hidup keluarga” yang mengelola aspek emosional, ekonomi, hingga spiritual.
Menurutnya, kualitas perempuan akan berbanding lurus dengan kualitas negara.
“Jika perempuan baik, maka negara akan baik. Sebaliknya, jika perempuan rusak, negara juga akan terdampak,” tegasnya. 
Kartini Modern: Tangguh dan Berdampak
Dalam momentum menjelang Hari Kartini, Ilfi juga mengajak perempuan untuk terus berkembang dan berdaya di tengah tantangan zaman.
Ia mendorong perempuan aktif dalam organisasi, meningkatkan kapasitas diri, serta berperan di masyarakat sebagai agen perubahan.
“Jadilah perempuan tangguh yang mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan dan bangsa,” pesannya. 
Talkshow Jadi Ruang Inspirasi Perempuan
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kartini Power Run 2026 yang digelar di Kota Batu, menghadirkan berbagai tokoh perempuan dari kalangan akademisi, profesional, hingga pengusaha.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang inspirasi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional berbasis pendidikan dan pemberdayaan diri. (Shin)
