Rektor UIN Malang: Globalisasi Tak Terhindarkan, Literasi Digital Harus Diimbangi Etika
SMARTLIVE — Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menegaskan bahwa globalisasi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari, namun harus diimbangi dengan penguatan etika dan karakter, terutama di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Prof. Ilfi saat menjadi narasumber dalam Talkshow Eksklusif Kajian Islam di TVRI, Jumat (27/2/2026), atas undangan Ikatan Alumni PMII (IKAPMII). Talkshow tersebut mengangkat tema “Masyarakat Sosial Hari Ini dan Idealnya dalam Konteks Globalisasi.”

“Dampak globalisasi bagai pedang bermata dua, bisa positif dan bisa negatif. Saat ini pengaruhnya sangat kuat pada Gen-Z yang tidak lepas dari gadget. Di kampus, mahasiswa sangat terbantu oleh kemajuan globalisasi, tetapi etika digital harus diperkuat melalui netiket agar interaksi tetap beradab dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, globalisasi di perguruan tinggi membuka akses luas terhadap literatur internasional, kolaborasi riset lintas negara, serta peningkatan kompetensi berbasis teknologi. Namun tanpa literasi emosional dan spiritual, kemajuan tersebut berpotensi menggerus nilai dan karakter.
“Jika literasi digital diimbangi literasi emosional dan spiritual, globalisasi justru menjadi kekuatan besar untuk membangun peradaban yang lebih baik,” ujarnya. Dalam forum tersebut turut hadir Luluk Nur Hamidah, Anggota DPR RI periode 2019–2024 sekaligus Ketua Umum PB IKA Perempuan PMII Masa Khidmat 2025–2030. Diskusi membahas tantangan sosial masyarakat kontemporer dalam menghadapi perubahan global.
Partisipasi Rektor UIN Malang dalam forum nasional ini menegaskan peran akademisi dalam memberikan perspektif ilmiah dan moral di tengah derasnya arus globalisasi. (Shin)
