Prodi MPI FTIK UIN Malang Gelar Workshop Transformasi Madrasah Digital di MAN 2 Pasuruan
SMARTLIVE – Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam di era digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan selama dua hari, pada 12–13 Oktober 2026, di MAN 2 Pasuruan, Pondok Pesantren Al Yasini.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari civitas akademika MAN 2 Pasuruan hingga para kepala madrasah, dosen, dan perwakilan guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 2 Pasuruan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas lembaga pendidikan Islam agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan mutu pengelolaan sekolah secara berkelanjutan.
Mengusung tajuk Smart School Communication & Wellbeing Workshop 2026 dengan tema utama “Transforming Schools”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada para peserta dalam membangun madrasah yang modern, adaptif, dan berdaya saing. Melalui workshop tersebut, peserta diajak memahami bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup pengembangan lingkungan belajar yang sehat dan strategi membangun citra positif lembaga.
Terdapat tiga fokus utama yang menjadi materi dalam kegiatan ini, yaitu School Wellbeing, School Branding, dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pembelajaran. Ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam menjawab tantangan pengelolaan pendidikan di tengah perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Pada hari pertama, Senin (12/10/2026), pembahasan diarahkan pada pengembangan School Wellbeing dan strategi School Branding. Materi School Wellbeing menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, sehat, dan mendukung kesejahteraan warga sekolah. Suasana belajar yang positif diharapkan mampu membantu peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik, sekaligus mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara siswa, guru, dan seluruh unsur madrasah.
Sementara itu, materi School Branding memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun identitas dan citra lembaga pendidikan. Madrasah perlu memiliki karakteristik yang jelas serta mampu mengomunikasikan keunggulan dan program-programnya kepada masyarakat. Dengan strategi komunikasi yang tepat, lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat daya saing di tengah perkembangan dunia pendidikan.

Memasuki hari kedua, Selasa (13/10/2026), peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI dalam kegiatan pembelajaran melalui materi AI for Teaching. Sesi ini tidak hanya berisi penjelasan konseptual, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Melalui praktik tersebut, para guru diperkenalkan pada peluang pemanfaatan AI untuk membantu merancang media pembelajaran secara lebih cepat dan efisien.
Selain praktik penggunaan teknologi, kegiatan hari kedua juga diisi dengan dialog interaktif untuk menyusun rencana aksi atau action plan. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk mendiskusikan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama workshop diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pengembangan lembaga.
Ketua Program Studi MPI FTIK UIN Malang, Ulfah Muhayani, MPP., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perkembangan era digital menuntut lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan kapasitas dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Oleh karena itu, transfer pengetahuan tidak seharusnya hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga perlu menjangkau berbagai satuan pendidikan secara inklusif.
Melalui kegiatan ini, Prodi MPI FTIK UIN Malang berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan madrasah, khususnya di Kabupaten Pasuruan dan wilayah sekitarnya. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen program studi dalam memperluas dampak keilmuan dan kepakaran akademisi melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pendidikan.
Antusiasme peserta turut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan memiliki keterkaitan erat dengan tantangan yang dihadapi madrasah saat ini. Salah satu perwakilan peserta dari KKM MAN 2 Pasuruan mengungkapkan bahwa workshop tersebut memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengelolaan lembaga maupun kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, pelatihan AI for Teaching membantu guru memahami cara merancang media pembelajaran interaktif dengan lebih praktis dan efisien. Di sisi lain, materi School Branding dan School Wellbeing memberikan arahan mengenai upaya memperkuat citra madrasah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Prodi MPI FTIK UIN Malang dan jaringan KKM MAN 2 Pasuruan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola madrasah, memperluas pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, serta memperkuat kemampuan lembaga dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui perpaduan antara pengelolaan sekolah yang profesional, lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan warga sekolah, strategi komunikasi yang efektif, dan pemanfaatan kecerdasan buatan, madrasah diharapkan semakin siap menghadirkan layanan pendidikan yang inovatif dan kompetitif. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah bersama dalam menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi dinamika perkembangan teknologi global.
