Dies Natalis ke-45, Unisma Pasang Target World Class University 2031
SMARTLIVE,MALANG – Universitas Islam Malang menegaskan ambisinya menembus jajaran world class university dalam lima tahun ke depan. Target itu ditegaskan dalam momentum Dies Natalis ke-45 yang dirangkai dengan halal bihalal sivitas akademika, Selasa (31/3/2026).
Rektor Junaidi menyebut, capaian peringkat global yang mulai diraih menjadi modal awal untuk mendorong lonjakan kualitas kampus, khususnya di bidang riset dan publikasi internasional.

“Kita optimistis periode 2027–2031 Unisma sudah bisa masuk kategori world class university,” tegasnya.
Secara indikator global, Unisma mulai menunjukkan pergerakan. Di kawasan Asia Tenggara, Unisma tercatat berada di posisi 173. Sementara berdasarkan pemeringkatan SCImago Institutions Rankings, Unisma menempati peringkat 51 nasional untuk kategori perguruan tinggi negeri dan swasta.
Selain itu, Unisma juga telah masuk dalam Times Higher Education Asia University Rankings, meski masih berada pada klaster 1100 di tingkat Asia.
Capaian ini dinilai sebagai pijakan awal, namun belum cukup untuk mengamankan posisi di level global.
Untuk mengejar target tersebut, Unisma menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari:
• Penguatan sistem meritokrasi
• Peningkatan riset dan publikasi internasional
• Perluasan kerja sama global dengan perguruan tinggi luar negeri
Langkah ini menjadi kunci untuk mendongkrak reputasi akademik sekaligus daya saing internasional.
Peringatan Dies Natalis ke-45 yang bertepatan dengan momentum Idul Fitri dimanfaatkan sebagai ajang refleksi perjalanan kampus sejak berdiri hingga saat ini.
Menurut Junaidi, perjalanan panjang Unisma tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas pendidikan berbasis nilai keislaman.
“Ini bukan sekadar peringatan, tapi momentum untuk meneguhkan arah dan komitmen bersama,” ujarnya.
Meski tren positif mulai terlihat, tantangan terbesar Unisma adalah menjaga konsistensi peningkatan kualitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Penguatan tata kelola, kualitas SDM, hingga produktivitas riset menjadi faktor penentu apakah target world class university benar-benar dapat tercapai. (Shin)
