Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
30/11/2025
NEWSLIVE

Korban Bencana Sumatera: 300 lebih Meninggal Dunia

rifamahmudah
  • November 30, 2025
  • 4 min read
Korban Bencana Sumatera: 300 lebih Meninggal Dunia

NEWSLIVE – Korban Bencana Sumatera, Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui hingga Sabtu (29/11) pukul 17.49 WIB, total 303 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 279 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Data tersebut menggambarkan skala bencana yang luar biasa serta kompleksitas penanganan yang harus dilakukan oleh berbagai pihak.

BNPB merinci bahwa ratusan korban yang belum ditemukan tersebar di tiga provinsi. Provinsi Aceh mencatat 51 orang hilang, sementara Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban hilang paling banyak, yakni 143 orang. Adapun Sumatera Barat melaporkan 85 orang yang masih dalam proses pencarian. Angka-angka tersebut mencerminkan betapa meluasnya area terdampak dan besarnya tantangan dalam operasi pencarian serta evakuasi di medan yang sulit.

Untuk korban yang telah teridentifikasi meninggal dunia, BNPB menyampaikan bahwa total 303 korban jiwa tersebar secara tidak merata di ketiga provinsi tersebut. Di Aceh, tercatat 47 orang meninggal dunia dan delapan warga mengalami luka-luka. Beberapa daerah yang mengalami dampak paling signifikan di provinsi ini antara lain Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara, yang permukiman dan infrastrukturnya terdampak parah akibat terjangan banjir bandang serta timbunan longsor.

Sementara itu, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan korban meninggal terbanyak, yakni 166 jiwa. Data menunjukkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga merupakan wilayah dengan tingkat kerusakan dan jumlah korban paling tinggi. Banyaknya kerusakan pada jaringan transportasi, putusnya akses jalan, serta material longsor yang menutupi jalur evakuasi turut menghambat proses penanganan darurat dan upaya penyelamatan.

Baca Juga:  Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana, Akui Dirinya Positif Covid-19

Sumatera Barat juga mencatatkan jumlah korban yang tidak sedikit, dengan 90 orang meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka. Kabupaten Agam disebut sebagai daerah dengan korban terbanyak. Selain jatuhnya korban jiwa, kerusakan pada fasilitas publik, pemukiman, dan lahan produktif menjadi persoalan tambahan yang perlu diatasi dalam proses pemulihan pascabencana.

Secara keseluruhan, BNPB menjelaskan bahwa total 354 kecamatan di ketiga provinsi tersebut terdampak bencana. Rinciannya adalah 166 kecamatan di Aceh, 99 kecamatan di Sumatera Utara, serta 89 kecamatan di Sumatera Barat. Luasnya cakupan wilayah yang terkena bencana menunjukkan bahwa penanganan harus dilakukan secara terkoordinasi dan terstruktur, mengingat kebutuhan yang sangat beragam di tiap daerah.

Di tengah proses penanganan darurat, perhatian publik tersita oleh fenomena terbawanya ribuan batang kayu gelondongan oleh arus banjir di sejumlah lokasi. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi pengelolaan hutan dan potensi keterlibatan aktivitas pembalakan liar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan tanggapan awal atas temuan tersebut, sembari menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui asal-usul kayu serta memastikan tidak terjadi pelanggaran yang memperparah dampak bencana.

Pada tingkat nasional, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengambil langkah responsif sejak hari pertama bencana terjadi. Presiden memerintahkan seluruh jajaran terkait, termasuk kementerian, lembaga nasional, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, untuk memprioritaskan penanganan darurat. Tindakan yang ditekankan meliputi evakuasi korban, distribusi bantuan, serta pemulihan awal wilayah yang mengalami kerusakan.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui unggahan di Instagram pada Sabtu (29/11), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan sejumlah alat utama untuk mempercepat proses bantuan. Setidaknya tiga pesawat Hercules C130 dan satu pesawat A400 diterbangkan untuk membawa logistik, perlengkapan tanggap darurat, serta tenaga bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pengiriman bantuan udara ini sangat penting mengingat banyak wilayah yang terisolasi akibat rusaknya jembatan, jalan raya, dan akses vital lainnya.

Baca Juga:  Digitalisasi Bisnis Retail via BSI Mobile

Presiden juga menekankan bahwa pemerintah bekerja secara berkesinambungan dan tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat. Ia menyampaikan bahwa pemulihan fasilitas publik, perbaikan infrastruktur dasar, serta penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akan dilakukan secara bertahap namun berkelanjutan. Selain itu, kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan perlindungan bagi kelompok rentan dipastikan tetap menjadi prioritas.

Dengan masih banyaknya warga yang hilang, operasi pencarian diproyeksikan akan terus berlangsung dalam beberapa hari atau bahkan minggu mendatang. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BASARNAS, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan lokal bekerja tanpa henti di lapangan. Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan: cuaca yang berubah-ubah, kondisi geografis yang berat, serta keterbatasan akses ke lokasi-lokasi tertentu menjadi hambatan utama.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya upaya mitigasi bencana yang bersifat jangka panjang. Para pakar lingkungan dan kebencanaan menyarankan perlunya penguatan sistem monitoring curah hujan, penataan kembali kawasan rawan longsor, rehabilitasi daerah aliran sungai, serta peningkatan ketahanan infrastruktur. Selain itu, penegakan hukum terhadap aktivitas yang merusak lingkungan juga perlu diperketat agar risiko bencana serupa dapat diminimalisasi. (Ab/Sh)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *