NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
30/09/2022
KUPASEDU

Tanpa Rapid, Peserta UTBK Dengan Prokes Ketat

  • April 13, 2021
  • 3 min read
Tanpa Rapid, Peserta UTBK Dengan Prokes Ketat

KAMPUS, Malangpost.id – Pandemi covid – 19 memang belum berakhir, namun akhir – akhir ini sudah dapat dikendalikan dengan adanya vaksinasi.Tidak heran kalau kemudian peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Negeri Malang (UM) tetap menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.Hari ini, Senin, 13 April 2021, merupakan hari pertama pelaksanaan UTBK serentak di Indonesia.

Menurut pantauan Prof. Dr. Suyono, M.Pd. selaku Staf Ahli Wakil Rektor I UM, pelaksanaan UTBK SBMPTN di UM dan di Universitas mitra (UNISMA,UMM,UNMER) berjalan dengan lancar. “Secara umum UTBK terlaksana dengan lancar, ya ada keterlambatan kedatangan peserta tapi masih bisa ditolelir. Karena di hari pertama memang wajar teman-teman belum bisa datang tepat waktu semua. Insyaallah besok sudah bisa kondusif tanpa ada catatan keterlambatan,” ucapnya.

Menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang diberi amanat oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) untuk melaksanakan UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021, UM telah mempersiapkan sesuai dengan standar prokes covid – 19.Menghadapi hal tersebut UM yang tahun ini menerima pendaftar sebanyak 18.289 calon mahasiswa ini telah melakukan persiapan yang matang dengan universitas mitra (UNISMA, UMM, UNMER).

Disamping memberikan informasi yang lengkap kepada para peserta dan panitia, menyiapkan lokasi ujian yang sesuai dengan standar protokol kesehatan covid-19, serta menyiapkan alat-alat dan bahan yang dibutuhkan selama pelaksanaan ujian. Pihak UM juga melaksanakan protokol kesehatan bagi setiap peserta yang melaksanakan UTBK SBMPTN, yakni dengan meminta membawa hand sanitizer, masker, face shield, sarung tangan dan di cek suhu setiap akan masuk ruangan.Seperti diketahui, UTBK tahun ini dibagi menjadi dua gelombang, yakni gelombang pertama tanggal 12-18 April 2021 dan gelombang kedua pada tanggal 26 April-02 Mei 2021. Hal ini untuk meminimalisir kerumunan dan keramaian, mengingat pelaksanaan ujian ini masih berada di masa pandemi.

Selepas pelaksanaan UTBK SBMPTN, panitia langsung mengadakan evaluasi dengan harapan pelaksanaan ujian hari kedua lebih kondusif, baik panitia maupun peserta bisa datang lebih awal sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tidak terjadi keterlambatan lagi.Dalam.mesemoatan yang sama Prof. Suyono menyampaikan harapannya agar pelaksanaan SBMPTN hingga akhir tetap berjalan dengan lancar dan kondusif.Prof Suyono juga menghimbau untuk semuanya agar mematuhi protokol kesehatan. “Saya berharap pelaksanaan ujian berbasis komputer ini selama satu minggu kedepan berjalan lancar, tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan semoga tidak ada kasus yang muncul akibat pelaksanaan UTBK ini dan semoga semua pihak terus meningkatkan kinerjanya agar pelaksanaan UTBK tepat waktu,” pungkasnya.Swsuai data dari UM, tahun ini tercatat UTBK SBMPTN di UMSebanyak 18.289 peserta yang terbagi atas Saintek 7.290 peserta Soshum, 10.096 peserta dan Campuran, 903 peserta.