NewDaftar / Login NetwriterDAFTAR
06/10/2022
KUPASEDU

Syi’ar Ramadhan 1442 H, UIN Maliki Malang Bahas Kitab Kuning

  • April 26, 2021
  • 2 min read
Syi’ar Ramadhan 1442 H, UIN Maliki Malang Bahas Kitab Kuning

KAMPUS, Malangpost.id – Syi’ar Ramadhan, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, kali ini mengupas kitab kuning.

Syi’ar yang diselenggarakan di Ruang Rektorat UIN Maliki Malang Lantai 1 pada hari Senin (26/4/2021), menghadirkan KH. Chamzawi M. Hi yang membedah kitab kuning “Al Minahus Saniyyah” karangan Imam Asy Sya’rani.

Acara ini dapat diakses langsung secara daring melalui platform Zoom dan melalui channel YouTube UIN Maliki Malang yakni @UINMLG.

Syi’ar Ramadhan kali ini berbeda dari syi’ar-syi’ar sebelumnya, dimana kini lebih spesial yakni membahas kitab kuning

Selain itu hal menarik lainnya dari syi’ar Ramadhan kali ini adalah melibatkan Rektor UIN Maliki Malang, Prof Harris sebagai host atau pembawa acara.

Baca juga : Indahnya Desain Arsitektur Bangunan UIN Maliki Malang Dilihat Dari Udara

Ketika dihubungi melalui jejaring komunikasi WhatsApp, Haris menyampaikan bahwa bedah kitab kuning ini dapat dijadikan sebagai penguatan spiritual para dosen dan pegawai UIN Maliki Malang, serta para peserta agar kedepannya dapat menjadi orang yang lebih baik.

“Dengan mengkaji kitab seperti ini, mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat, hidayahnya untuk UIN, Indonesia, bahkan seluruh manusia mukmin maupun yang belum mukmin,” ujar Haris tatkala membuka kajian.

Dalam pelaksanaannya, ngaji kitab ini menggunakan tata cara yang biasa digunakan di pondok pesantren. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Chamzawi.

“Nanti sistim nya saya baca seperti pondokan saja nggih,” ujar Kiai yang juga tercatat sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Malang.

Dalam pelaksanaannya, syiar ramadhan ngaji kitab kuning ini akan diagendakan dalam lima kali pertemuan. Namun hal ini dapat menjadi lebih panjang apabila dirasa perlu. Hal ini sejalan dengan target dari UIN Maliki Malang agar pembahasan kitab kuning ini dapat dilakukan hingga khatam (akhir), sehingga bila perlu diperpanjang, akan diperpanjang.