Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
25/09/2026
CITILIVE

UIN Malang dan Universiti Malaya Bahas Kompetensi Baru Guru Pendidikan Islam di Era Digital

Shinta lubis
  • September 24, 2026
  • 2 min read
UIN Malang dan Universiti Malaya Bahas Kompetensi Baru Guru Pendidikan Islam di Era Digital

SMARTLIVE— Perubahan teknologi membuat pendidik Islam tidak cukup hanya menguasai materi ajar. Kemampuan literasi digital, berpikir kritis, beradaptasi, berkomunikasi, dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan pendidik di masa depan.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan utama International Guest Lecture yang mempertemukan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Universiti Malaya, Malaysia, Kamis (24/9/2026).

Forum bertema “Reimagining Islamic Education in the Digital Era: Challenges, Innovation, and Future Competencies of Islamic Educators” menghadirkan Prof. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Dr. Hamdan Chehdimae dari Universiti Malaya sebagai narasumber.

Keduanya membahas tantangan pendidikan Islam di tengah perubahan cara generasi muda memperoleh dan mengolah informasi akibat perkembangan teknologi digital.

Transformasi digital membuat pendidik dituntut mampu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan teknologi juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pedagogis, bukan sekadar alat bantu pembelajaran.

Dalam pendidikan Islam, pemanfaatan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Inovasi pembelajaran perlu berjalan bersamaan dengan penguatan nilai, etika, dan karakter keislaman.

Pembahasan juga diarahkan pada future competencies bagi pendidik Islam. Selain kemampuan mengajar, kompetensi tersebut mencakup kreativitas, adaptasi terhadap teknologi, literasi digital, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan merancang pengalaman belajar yang bermakna.

Pertukaran perspektif antara akademisi Indonesia dan Malaysia menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik Universiti Malaya ke FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Forum tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk melihat perkembangan pendidikan Islam dari dua konteks pendidikan tinggi di negara berbeda.

Baca Juga:  Pemkab Malang Raih 4 Penghargaan Ajang TOP BUMD Awards 2025

Diskusi dimoderatori Nur Fitria Anggrisia, M.Pd., yang mengarahkan pembahasan mengenai tantangan, inovasi pembelajaran, dan kompetensi pendidik Islam di masa depan.

Melalui forum tersebut, kerja sama FTIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universiti Malaya tidak hanya berlangsung dalam bentuk kunjungan, tetapi juga melalui pertukaran gagasan akademik mengenai arah pendidikan Islam menghadapi transformasi digital.